Home Investasi Cara Bermain Saham Untuk Pemula Mudah dan Menguntungkan
cara bermain saham bagi pemula

Cara Bermain Saham Untuk Pemula Mudah dan Menguntungkan

by Titis NP

Saham merupakan salah satu instrumen perdagangan yang banyak diminati orang. Namun sayangnya, sangat sedikit orang yang mengerti bagaimana cara bermain saham yang benar.

Karena itulah pembahasan ini akan mengulas banyak hal mengenai saham yang perlu diketahui, mulai dari pengertian, jenis-jenis, serta bagaimana cara melakukannya.

Apa Itu Saham?

Masyarakat Tanah Air masih banyak yang awam dan tidak tahu terkait bagaimana cara investasi saham yang benar. Secara singkat saham dapat diartikan sebagai instrumen investasi.

Saham merupakan bukti atas kepemilikan nilai dari sebuah bisnis atau perusahaan. Bukti tersebut berupa penyertaan modal untuk operasional perusahaan tersebut.

banner dana cepat gadai kendaraan

Dengan sebab mempunyai nilai kepemilikan, maka pemilik saham berhak untuk memperoleh dividen bagi hasil sesuai dengan jumlah saham.

Badan usaha ataupun individu yang menyertakan modal dan memiliki bukti saham dapat mengklaim kepemilikan pada perusahaan tertentu. Dengan begitu, berapapun jumlah lembar saham yang dimiliki pemiliknya berhak untuk mengikuti rapat umum pemegang saham.

Baca Juga : 5 Aplikasi Investasi Online Modal Kecil

Jenis-Jenis saham

Saham juga terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan, saham yang terdapat di Bursa Efek Indonesia dibagi ke dalam 9 sektor yaitu:

  1. Industri mesin
  2. Industri dasar kimia
  3. Pertambangan
  4. Pertanian
  5. Properti dan Konstruksi bangunan
  6. Infrastruktur dan transportasi
  7. Perdagangan jasa dan investasi
  8. Keuangan
  9. Industri barang konsumsi

Tidak hanya itu, saham juga diklasifikasikan sesuai dengan prioritas pembagian keuntungan. Saham dibagi menjadi dua, yaitu saham preferen (preferred stock) dan juga saham biasa (common stock).

Saham preferen merupakan saham dimana pemegangnya memperoleh prioritas serta didahulukan terhadap bagi hasil dividen perusahaan. Begitupun juga jenis saham ini diprioritaskan untuk memperoleh pengembalian modal atas pembagian aset ketika sebuah bisnis atau perusahaan dilikuidasi.

Baca Juga  Cara Pensiun Kaya Dengan Uang Miliaran Di Tangan

Saham biasa merupakan kebalikan dari preferen. Ini merupakan bukti kepemilikan terhadap sebuah perusahaan yang tidak mempunyai keistimewaan terkait prioritas atau pendahuluan untuk memperoleh dividen.

Baca Juga : 9 Kisah Sukses Investor Saham Dunia

Keuntungan Serta Resiko

Cara investasi saham tentu ada keuntungan dan resiko yang perlu untuk diperhatikan. Membeli saham pada sebuah perusahaan tertentu yang terdaftar di pasar modal merupakan kegiatan yang resikonya cukup tinggi.

Dengan sebab resiko yang tinggi tersebut, maka keuntungan dari investasi memberikan timbal balik yang juga besar, baik itu dari kenaikan saham ataupun pembagian dividen. Pada umumnya, resiko yang sering dialami oleh pemilik saham adalah harga yang menurun dibanding ketika saat melakukan pembelian.

Terlebih jika harga saham anjlok sangat tajam, maka kerugian investasi pun akan semakin besar. Ada banyak faktor yang menjadi sebab turun naik saham pada sebuah perusahaan.

Baca Juga : Tips Membuat Perencanaan Keuangan

Perbedaan Saham Syariah dan Saham Konvensional

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Sebab itulah keberadaan saham syariah penting untuk diperhatikan dan menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat.

Bersumber dari Bursa Efek Indonesia, saham syariah merupakan bentuk saham yang secara prinsip sesuai dengan syariat. Prinsip-prinsip tersebut telah disepakati oleh MUI bersama dengan OJK.

Ada beberapa kriteria saham syariah sehingga berbeda dengan saham konvensional, berikut adalah beberapa perbedaannya:

  1. Di dalam perusahaan yang terdaftar sebagai saham syariah, pendapatan yang diperoleh secara tidak halal harus lebih kecil, adapun konvensional adalah bebas. Maksud dari pendapatan tidak halal adalah pendapatan yang berasal dari bunga.
  2. Bisnis atau usaha yang terdaftar dalam saham syariah jika memiliki hutang yang berbasis bunga wajib lebih kecil dibanding dengan asetnya, sementara saham konvensional tidak demikian.
  3. Pada saham konvensional perusahaan tersebut bergerak dalam bidang apa saja. Akan tetapi berbeda dengan saham syariah, tentu saja perusahaan tersebut tidak boleh melanggar syariat Islam.
Baca Juga  7 Daftar Saham Konstruksi Terbaik BUMN & Swasta (Lengkap!)

Di Indonesia sendiri terdapat tiga saham yang bisa menjadi rujukan untuk membeli saham syariah, berikut adalah daftar:

  1. Jakarta Islamic 70
  2. Jakarta Islamic indeks, dan
  3. Indeks Saham Syariah Indonesia

Dengan adanya daftar saham syariah menjadi hal yang harus dipilih mengingat Indonesia merupakan negara mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia.

Baca Juga : Ingin Memulai Investasi? Ketahui Dulu Perbedaan Reksadana dan Saham

Cara Bermain Saham Pemula

Bermain atau membeli saham tentu tidak semudah membeli makanan di restoran. Ada tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan supaya dapat membeli saham yang sesuai, berikut adalah tahapannya:

1. Memiliki Rekening Saham Sekuritas

Pertama untuk membeli saham adalah memiliki rekening saham sekuritas. Rekening saham ini tentunya sangat dibutuhkan agar dapat menyalurkan capital atau modal dalam investasi. Untuk dapat membuat rekening efek ini hanya dapat dilaksanakan di perusahaan-perusahaan sekuritas.

Setelah melakukan registrasi, nantinya pendaftar akan memperoleh akun rekening dana nasabah (RDN), sub rekening efek (SRE) dan juga single investor identification (SID).

2. Melakukan Pengecekan Indeks Saham

Apabila telah melakukan pendaftaran di perusahaan sekuritas, langkah berikutnya ialah melakukan deposit awal untuk bisa berinvestasi.

Nah, di sini dibutuhkan pengetahuan terkait saham-saham yang ingin dibeli. Di Bursa Efek Indonesia informasi-informasi tersebut dapat diakses untuk mengetahui bagaimana perkembangan sebuah saham. Melalui itu, seseorang dapat mengetahui turun naiknya saham dengan baik dan terupdate.

3. Melihat Secara Fundamental serta Menganalisis dengan Teknikal

Penting untuk melihat saham secara fundamental serta menganalisisnya. Pastikan jika saham tersebut masuk kedalam saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Saham yang tidak mudah tergoyang harganya merupakan saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang luas.

4. Kenali Informasi Secara Valid

Cara bermain saham pemula harus jeli untuk mengenali berbagai informasi secara valid. Teknologi internet telah membantu siapapun untuk memperoleh informasi secara cepat dan terupdate.

Baca Juga  Investasi Syariah: Pengertian, Cara Kerja dan Jenis Investasi Syariah Terbaik

Usahakan untuk tidak mengandalkan omongan orang terkait turun naiknya sebuah saham. Informasi valid tersebut dapat diketahui melalui web yang dikelola oleh Bursa Efek Indonesia.

5. Pahamilah Investasi Saham dengan Baik

Tahap selanjutnya ialah belajar dan terus berusaha memahami investasi saham secara cermat dan baik. Bagi pemula tentu membeli atau bermain saham merupakan hal yang membutuhkan pemahaman yang mendalam.

Kebanyakan dari pembeli saham pemula beranggapan jika saham dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang besar. 

Justru sebenarnya, keuntungan yang mungkin diperoleh sebanding lurus dengan resiko yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Diperlukan strategi, pengetahuan dan kesabaran supaya dapat memperoleh keuntungan yang besar.

6. Gunakanlah Modal Secara Bijak

Salah satu tahapan cara bermain saham pemula tentunya membutuhkan persiapan modal yang baik. Sebab itu modal menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan karena keuntungan yang diperoleh juga dipengaruhi oleh besaran modal yang dikeluarkan.

Baca Juga : 12 Contoh Bisnis Online Tanpa Modal

7. Membeli Saham dengan Harga yang Rendah

Cara ini mungkin sudah diketahui banyak orang, usahakanlah untuk membeli saham ketika harganya rendah. Tapi pastikan juga jika prediksi kemungkinan saham tersebut akan mengalami kenaikan di masa depan.

Karena dengan begitu, pembeli saham dapat memperoleh keuntungan dari selisih harga ketika membeli dan menjual selain dari keuntungan dividen.

Pastikan untuk benar-benar mengenal saham tersebut, jangan karena harga turun, Anda langsung membelinya. Karena bisa jadi, harga turun tersebut menjadi tanda kurang baik terkait perkembangan perusahaan. Tidak Semua saham yang turun harus dibeli!

Informasi cara investasi saham telah dijabarkan di atas serta terkait apa pengertian saham itu sendiri. Pastikan untuk benar-benar menguasai ilmu saham serta memilih saham yang sesuai.

*NB : Ini hanya merupakan edukasi, bukan ajakan untuk membeli satu produk investasi, pembaca diminta mempertimbangkan sendiri keputusan pembelian. Atur pundi tidak bertanggungjawab atas kerugian yg mungkin timbul.

Related Posts