Home Investasi Memahami Cara Kerja Reksadana Bagi Pemula Supaya Cuan Bertambah

Memahami Cara Kerja Reksadana Bagi Pemula Supaya Cuan Bertambah

by Titis NP

Reksadana merupakan produk investasi yang paling cocok untuk pemula, karena minim risiko dan bisa dibuka dengan modal yang cukup kecil. Untuk bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari produk investasi, para pemula harus memahami cara kerja reksadana dengan baik. 

Reksadana mampu memberikan banyak keuntungan karena mayoritas dana yang berasal dari investor dialihkan ke manajer investasi ke bagian saham. Saat ini banyak sekali pihak yang menawarkan produk investasi ini secara online sehingga lebih mudah diakses.

Apa Itu Reksadana

Reksadana saham adalah sebuah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana yang berasal dari beberapa investor yang kemudian dialokasikan ke saham dan sisanya ke bagian pasar uang. Manajer investasi akan membantu mengelola dana yang diberikan untuk menjual dan membeli saham. 

Keuntungan serta kerugian yang bisa diraih tergantung dari harga saham. Untuk itu ketahuilah cara kerja reksadana sehingga dapat merencanakan keuangan di masa depan secara lebih optimal. 

Reksadana bisa dikategorikan sebagai investasi yang mudah untuk dilakukan dan tidak membutuhkan modal yang besar. Jenis investasi ini bisa dilakukan secara institusi maupun individu.

banner dana cepat gadai kendaraan

Cara Kerja Reksadana

Risiko investasi reksadana memang relatif kecil. Namun bukan hanya itu saja yang membuatnya populer. Produk reksadana saat ini sangat mudah diakses sesuai dengan kebutuhan investor. Keuntungan yang bisa diraih juga terbilang cukup besar. 

Saham yang diinvestasikan manajer investasi cenderung fluktuatif pergerakan hariannya. Investasi berupa reksadana bisa dibeli di perusahaan yang menawarkan produk tersebut. Untuk dapat meraih keuntungan besar, pilihan perusahaan yang sudah terpercaya dan memiliki izin resmi. 

Secara sederhana, sistem kerja reksadana adalah investor menyetorkan sejumlah uang kepada manajer investasi untuk kemudian menikmati keuntungan dari dana tersebut. Agar lebih detail, simak penjelasannya berikut ini.

    • Investor membuka rekening dan membeli produk di perusahaan penyedia reksadana.
    • Investor memiliki sendiri jenis reksadana yang diinginkan untuk investasi.
    • Beberapa perusahaan menyediakan robot pintar yang mampu membaca profil investor sehingga dapat memberikan rekomendasi produk investasi yang paling cocok dengan tujuan dan mampu memberikan keuntungan yang besar.
    • Investor menyerahkan dana ke manajer investasi dengan jumlah yang sudah disepakati sebelumnya.
    • Manajer investasi akan mengelola dana milik investor ke sektor yang sesuai dengan produk reksadana yang diinginkan
    • Investor dapat menikmati keuntungan yang dihasilkan oleh manajer investasi.
Baca Juga  5 Investasi Online yang Cocok untuk Pemula

Baca Juga : 7 Cara Investasi Reksadana yang Menguntungkan dan Mudah Bagi Pemula

Cara Melakukan Investasi Reksadana

Setelah memahami sistem kerja dari investasi reksadana, hal selanjutnya yang harus dipahami adalah cara memiliki reksadana. Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa reksadana merupakan wadah yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan dana dari pemodal untuk dialokasikan pada produk investasi. 

Sistem kerja investasi ini terbilang sederhana dan bisa menjangkau semua kalangan. Dengan begitu para pemula tidak perlu ragu lagi untuk memulai investasi. Berikut cara membeli produk investasi reksadana.

    • Pilihlah platform reksadana online yang paling terpercaya. Saat ini banyak sekali platform yang bisa dipilih seperti Bareksa, Bibit dan lain sebagainya.
    • Pastikan platform yang akan dipilih sudah memiliki izin resmi dan terdaftar di OJK. Lakukan survei terlebih dahulu agar bisa mendapatkan platform investasi yang paling tepat.
    • Pelajari informasi yang diberikan oleh pihak platform online sebelum mulai melakukan investasi.
    • Pelajari aturan, syarat dan tata cara agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Biasanya platform online menyediakan beberapa jenis reksadana.
    • Reksadana campuran, reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap memiliki aturan yang berbeda. Untuk itu perlu dipahami dengan baik.
    • Tentukan lama jangka waktu investasi yang diinginkan. Setiap produk reksadana memiliki durasi investasi yang cukup beragam, mulai dari 3-5 tahun. Semakin lama durasi investasi yang dipilih, maka akan semakin besar juga keuntungan yang bisa diraih.
    • Sesuaikan produk reksadana yang dipilih sesuai dengan kebutuhan. Tentukan tujuan yang ingin diraih dengan melalukan investasi ini. Dengan begitu lebih mudah untuk memilih produk yang sesuai.
Baca Juga  Yuk Pahami Aturan Premi Asuransi Kredit Mobilmu

Baca Juga : Reksadana Terbaik Paling Cuan Untuk Pemula 2021

Kelebihan Serta Kekurangan Reksadana

Cara kerja reksadana, harusnya mampu membawa investor untuk meraih keuntungan yang besar. Namun akibat beberapa kondisi tertentu, bisa saja investor mengalami kerugian. 

Agar tidak salah memilih instrumen investasi dan mampu melakukan perencanaan keuangan yang lebih matang, sebaiknya pahamilah terlebih dahulu apa saja keuntungan serta kekurangan investasi di bawah ini.

Kelebihan reksa dana

Selain memiliki risiko yang rendah, jenis investasi reksadana memiliki beberapa kelebihan seperti di bawah ini.

  • Dana yang diberikan bisa dialokasikan ke beberapa jenis instrumen investasi untuk mengurangi risiko kerugian.
  • Manajer investasi secara rutin akan memberikan laporan dan informasi terkait perkembangan investasi dan biayanya secara berkala. Dengan begitu investor bisa memantau keuntungan, biaya serta risiko yang mungkin didapatkan.
  • Dana investasi akan dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman dan ahli dibidangnya.
  • Tersedia fitur autodebit yang mampu memberikan kemudahan bagi investor untuk melakukan investasi secara rutin dalam kurun waktu tertentu.
  • Modal yang digunakan untuk memulai investasi ini cukup kecil. Terdapat beberapa platform yang menawarkan modal minim hingga 10 ribu.
  • Tingkat risiko investasi ini cukup kecil namun bisa memberikan keuntungan yang besar.

Kekurangan reksa dana

Selain memiliki banyak kelebihan, investasi reksadana juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut.

  • Terdapat risiko pasar, dimana harga investasi bisa mengalami penurunan akibat kinerja saham atau pasar obligasi secara drastis. Untuk itu jika ingin membeli reksadana, investor juga harus jeli melihat tren pasar. Pilihlah yang menawarkan keuntungan lebih besar.
  • Adanya penurunan nilai aktiva bersih karena berbagai faktor seperti kinerja bursa saham yang memburuk, situasi ekonomi yang tidak stabil, situasi politik dan lain sebagainya.
Baca Juga  5+ Rekomendasi Cryptocurrency Terbaik dan Bagus untuk Investasi

Baca Juga : Ingin Memulai Investasi? Ketahui Dulu Perbedaan Reksadana dan Saham

Simulasi Perhitungan Keuntungan Reksadana

Agar lebih memahami sistem kerja reksadana, simak contoh simulasi keuntungannya sebagai berikut 

Rudi adalah seorang karyawan yang memiliki penghasilan 8 juta perbulan. Anton ingin menginvestasikan pendapatannya sekitar 20% per bulan, artinya sebesar 8 juta x 20% = 1,6 juta.

Lalu berapa jumlah keuntungan yang bisa didapatkan oleh Rudi jika melakukan investasi selama 5 tahun.

Simak penjelasannya berikut ini.

1,6 juta x 60 bulan = 96 juta

Estimasi bunga yang mungkin didapatkan dari investasi selama lima tahun sebesar 114,87 %.

Biaya manajemen aset sebesar 100 ribu setiap kali melakukan penarikan dana.

Keuntungan yang bisa didapatkan yaitu :

96 juta x 114,87% = 110.275.200. Namun keuntungan tersebut harus dikurangi dengan biaya manajemen aset sejumlah 100.000. maka keuntungan bersih yang bisa didapatkan Rudi adalah 110.274.200 – 100.000 = 110.175.200.

Bisa disimpulkan bahwa dana yang bisa didapatkan Rudi setelah berinvestasi selama 5 tahun yaitu sebesar 110.175.200 (keuntungan bersih) + 96.000.000 (modal) = 206.175.200.

Cara kerja reksadana memang cukup sederhana, sehingga jenis investasi ini tidak terlalu berisiko. Tidak heran jika produk investasi yang satu ini sangat populer dan banyak dipilih. Selain itu, reksadana bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang yang bisa diandalkan untuk keuangan masa depan.

*NB : Ini hanya merupakan edukasi, bukan ajakan untuk membeli satu produk investasi, pembaca diminta mempertimbangkan sendiri keputusan pembelian. Atur pundi tidak bertanggungjawab atas kerugian yg mungkin timbul.

Related Posts