Home Perencanaan Keuangan 10 Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Baik dan Mudah
cara mengatur keuangan pribadi

10 Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Baik dan Mudah

by Titis NP

Memasuki masa remaja atau dewasa merupakan waktu yang tepat dalam menentukan arah, termasuk mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan pribadi. Mengingat bahwa kondisi tak terduga bisa saja terjadi, entah itu sakit, ditimpa sebuah bencana atau yang lainnya.

Oleh karena itu, mengatur keuangan sedini mungkin sangatlah penting. Tidak peduli apakah seorang mahasiswa atau yang bergaji kecil. Mengatur keuangan tetaplah harus dilakukan.

Cara Mengatur Keuangan Pribadi dengan Baik

Sebenarnya, cara mengatur keuangan antara satu orang dengan lainnya berbeda, tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Namun pembahasan kali ini setidaknya membantu agar semua lebih tertata dan mempunyai pandangan kedepannya.

Yuk intip cara mengatur keuangan pribadi yang baik dan mudah berikut ini:

1. Menabung

Menabung adalah rumus yang tidak boleh ditinggalkan. Bahkan ada pepatah yang mengatakan jika hemat itu pangkal kaya. Artinya mengajarkan agar manusia senantiasa bisa menerapkan budaya rajin menabung dan hidup hemat agar memperoleh apa yang didapatkan.

Jangan jadikan menabung sebagai sisa dari kebutuhan, namun jadikan ia sebagai sesuatu yang wajib diambil terlebih dahulu sebelum belanja barang-barang yang lain. Ada satu metode dari Jepang yang sangat efektif bagi siapa saja yang ingin menabung.

Metode tersebut bernama Kakeibo yaitu mengalokasikan minimal 20% dari gaji bulanan untuk dimasukkan ke dalam tabungan. Langkah ini juga termasuk cara mengatur keuangan pribadi mahasiswa yang uang sakunya tidak tentu dalam setiap bulan.

2. Membuat Rincian Pengeluaran

Usahakan untuk selalu membuat rincian pengeluaran tiap bulannya agar mudah diketahui kira-kira kemana saja uang yang dikeluarkan. Zaman modern ini yang ditandai dengan perkembangan teknologi tentunya menjadikan membuat rincian pengeluaran menjadi lebih mudah.

Baca Juga  8 Tips dan Pentingnya Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Masyarakat cukup dengan download aplikasi di Play Store yang membantu mencatat pengeluaran dan pemasukan harian.

3. Mulai Berinvestasi

Satu hal yang perlu diingat bahwa menabung tidak perlu menunggu gaji besar. Bahkan, 1 juta atau 2 juta tentunya tidak akan menghalangi keinginan untuk menyimpan uang dalam bentuk lain.

Salah satu contohnya adalah dengan berinvestasi, baik itu membeli saham yang murah hingga membeli emas murni yang kian tahun kian naik harganya. Bisa dimulai dari jumlah yang terkecil dahulu misalkan Rp. 200.000 per bulan atau Rp. 300.000.

4. Melunasi Hutang dan Cicilan Tepat Waktu

Cara mengatur keuangan pribadi jika memiliki hutang adalah dengan mencicil dan melunasinya tepat waktu. Tujuannya agar tidak ada bunga atau denda yang tentunya semakin mengurangi biaya hidup.

Misalkan, ada cicilan KPR, maka sisihkan uang untuk membayar hutangnya. Jangan sampai gaji yang sudah terkumpul digunakan untuk kepentingan lain yang kurang penting. Selain itu, membayar hutang atau cicilan dengan tepat waktu akan berdampak positif.

Mengingat bahwa pihak bank atau lembaga finansial lain akan melakukan tracking apakah seseorang itu tidak memiliki rapor merah dalam kredit atau yang lainnya.

5. Selalu Sediakan Dana Darurat

Banyak yang belum paham mengenai apa itu dana darurat, secara singkat adalah sejumlah uang yang dipersiapkan untuk mengantisipasi hal lain yang tidak terduga dan mendesak. Contohnya adalah sakit, kecelakaan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Besarnya dana darurat ini juga bervariasi, bahkan pada kondisi khusus, 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu perlu untuk menyiapkannya secara rutin agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.

Baca Juga  Tabungan Pendidikan Anak BNI : Janis, Manfaat dan Keuntungannya!

6. Bijak dalam Menggunakan Kartu Kredit

Tidak bisa dipungkiri bahwa kartu kredit akan selalu memudahkan masyarakat dalam memiliki barang. Namun konsekuensinya adalah mereka harus membayar sesuai dengan jumlah yang dikeluarkan setiap bulannya.

Jika kartu kredit selalu digunakan untuk keperluan yang sifatnya konsumtif, maka itu menjadi hal yang sia-sia. Sekedar tips agar bijak dalam menggunakannya adalah membayar cicilan dalam pembayaran penuh.

Selain itu jangans ekalipun meminjamkan kartu kredit, bahkan itu kerabat sendiri. Hal ini dikarenakan ketika sudah beralih tangan dari pemilik aslinya, maka akan lebih sulit dikontrol. Sampai sini apakah bisa dipahami?

7. Menyiapkan Dana Pensiun

Cara mengatur keuangan pribadi dengan gaji kecil sebenarnya tidak terlalu sulit. Termasuk mempersiapkan dana pensiun. Masa pensiun adalah masa dimana seseorang tidak lagi dituntut untuk mencari sumber penghasilan lagi dan menikmati masa tuanya.

Jika gaji masa muda disiapkan untuk dana pensiun, tentunya hal ini akan lebih mudah. Mengingat tidak mungkin selalu mengandalkan anak atau cucu. Jika sekarang masih berusia 25 tahun, setidaknya ada waktu 30 tahun untuk mulai mempersiapkan dana pensiun.

8. Mencari Pendapatan Tambahan

Cara mengatur keuangan pribadi selanjutnya adalah mencari pendapatan tambahan jika memungkinkan. Apalagi jika gaji dalam sebulan kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan yang besar.

Sekarang ini, didukung dengan zaman yang serba modern, banyak tersedia pekerjaan sampingan yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Misalkan jika hobi menulis, maka silahkan mendaftar menjadi content writer.

Hobi fotografi, maka coba cari pekerjaan dengan fotografer panggilan dan masih banyak lagi contoh yang lainnya. Lalu bagaimana jika yang tidak memiliki hobi, minat atau kemampuan?

Pada hakikatnya tidak ada manusia yang terlahir nol, pasti ada kelebihannya asalkan berkeinginan untuk mengenalnya lebih dalam.

Baca Juga  8 Tips Mengelola THR Secara Efektif dan Efisien

9. Stop Berhutang

Hutang adalah jalan terakhir jika seseorang sedang mengalami kondisi keuangan yang kacau. Sebenarnya ini sah saja dilakukan, namun agar keuangan pribadi lebih tertata maka jangan jadikan kebiasaan.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, lebih baik berhemat kan dibandingkan harus berhutang. Pun ini juga berkaitan dengan pengaturan anggaran yang dikeluarkan setiap bulannya. Jangan menuruti gengsi atau gaya hidup yang hedonisme jika tidak ingin terlilit hutang.

Selain itu, ada baiknya jika tidak membeli barang yang tidak penting. Atur semuanya dengan bijak dan jangan sampai ada istilah gali lubang tutup lubang ya!

10. Mencari Hiburan yang Terjangkau

Menyenangkan diri sendiri atau memberikan reward adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Walaupun saat ini sedang di fase gencar menabung. Perlu diingat juga bahwa mengatur keuangan pribadi bukan berarti membatasi diri dari segala hal.

Mengingat bahwa tubuh tetap butuh untuk diistirahatkan. Pilihlah hiburan yang harganya terjangkau atau gratis, asalkan sudah bisa merefresh otak agar siap untuk bekerja dan menikmati hidup kembali.

Sesekali, jika ada rezeki lebih boleh untuk membeli barang-barang yang diinginkan dan pergi ke tempat mahal. Tetap pada prinsip ya jangan berlebihan. Daripada uang digunakan untuk hiburan yang kurang penting, lebih baik ditabung untuk keperluan lainnya yang lebih besar.

Terlebih bagi pasangan suami istri baru, belanja barang-barang rumah tangga akan menghabiskan dana yang besar. Jadi persiapkan dan atur keuangan mulai dari sekarang.

Cara mengatur keuangan pribadi di atas adalah yang paling sering dilakukan oleh orang-orang yang sukses dalam karirnya. Gaji kecil tentunya bukan menjadi masalah sepanjang ada niat untuk menabung. Ingat, jangan boros dan tetap atur keuangan sebaik mungkin ya! 

Related Posts