Home Investasi Penting, Begini Rumus Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank
cara menghitung bunga bank

Penting, Begini Rumus Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank

by Titis NP

Meminjam uang di bank menjadi salah satu cara yang dilakukan bagi sebagian orang yang sedang memerlukan dana. Alasan meminjam uang juga bermacam-macam untuk setiap orang. Bagi calon peminjam, sebaiknya ketahui terlebih dahulu cara menghitung bunga bank.

Biasanya orang hanya berpikir mengenai nominal dan cara pengajuan pinjaman. Tetapi, sebenarnya pengetahuan mengenai perhitungan bunga bank ini sangat penting untuk diketahui. Salah satu alasannya adalah banyak peminjam yang ternyata kesusahan sendiri dalam membayar angsuran.

Pengertian Bunga Pinjaman Bank

Bunga pinjaman dapat dijelaskan sebagai imbalan atau kompensasi bank atau pemberi pinjaman kepada nasabah atau peminjam. Kompensasi tersebut diberlakukan atas dasar hitungan serta proyeksi manfaat di kemudian hari. 

Kompensasi ini didapatkan dari uang pinjaman apabila diinvestasikan. Mengenai besaran bunga pinjaman yang ditentukan oleh bank, biasanya menjadi bahan pertimbangan bagi calon nasabah. Apakah calon nasabah akan mengambil kredit di bank tersebut atau tidak mengambil? 

Orang-orang pasti sudah mengetahui bahwa semua jenis pinjaman bank hampir semuanya akan dikenakan bunga pinjaman. Tetapi, untuk nasabah tertentu terkadang besaran dari bunga bank bukan pertimbangan yang utama. 

Beberapa orang lebih mengutamakan pengajuan kredit yang bisa diproses dan cair dalam waktu yang cepat.

banner pinjaman dana gadai kendaraan

Pentingnya Menghitung Bunga Pinjaman Bank

Tidak banyak nasabah atau masyarakat yang mengetahui bahkan mengerti cara menghitung bunga bank. Mungkin banyak nasabah yang menganggap bahwa hitungan tersebut bukan menjadi urusannya. 

Padahal mengetahui cara menghitung bunga bank juga sangat penting bagi calon nasabah. Prinsip dari perhitungan bunga bank akan berpengaruh dengan total nilai pinjaman. 

Sebelum pengajuan kredit disetujui oleh bank, biasanya nasabah hanya berpikir berapa persen bunga yang diberikan bank serta berapa besaran angsuran yang perlu dibayarkan setiap bulan. Jarang ada nasabah yang berpikir cara menghitung bunga kredit yang nantinya dikenakan padanya. 

Baca Juga  5+ Rekomendasi Cryptocurrency Terbaik dan Bagus untuk Investasi

Jadi, sebenarnya kenapa harus mengetahui cara menghitung bunga pinjaman bank? Jika nasabah tahu dan paham cara menghitung bunga bank, maka nasabah juga bisa memilah bank mana yang dinilai sesuai dengan harapan. 

Pengetahuan mengenai cara menghitung pinjaman bank bisa membuat calon nasabah terhindar dari bunga pinjaman yang dianggap dapat memberatkannya.

Baca Juga : 10 Keunggulan Mengandalkan Pinjaman tanpa Bunga

Jenis Bunga Pinjaman Bank

Jenis bunga bank juga terdiri dari beberapa jenis, seperti bunga tetap, bunga mengambang, bunga flat, bunga efektif, dan bunga anuitas. Dari beberapa jenis bunga pinjaman bank tersebut yang umum digunakan di masyarakat merupakan bunga flat dan bunga efektif.

1. Bunga Flat (Flat Interest)

Bunga flat merupakan bunga dengan jumlah pembayaran pokok serta bunga kredit dengan besar yang sama setiap bulan. Umumnya, jenis bunga ini ditujukan untuk kredit jangka pendek, misalnya kredit tanpa agunan (KTA) atau kredit kendaraan bermotor. 

Bunga flat memakai metode perhitungan yang jelas, yaitu besar angsuran pokok serta angsuran bunga tidak berubah setiap bulan. Semua dihitung dengan proporsional lalu disesuaikan dengan jangka waktu pinjaman yang telah disepakati oleh debitur dan kreditur. 

Salah satu contoh dari bunga flat bisa dilihat dari brosur kredit kendaraan bermotor. Dari brosur tersebut terlihat bahwa besar angsuran setiap bulan sesuai dengan jangka waktu atau tenor cicilan yang dipilih oleh nasabah.

Baca Juga : Mengenal Jenis-Jenis Bank di Indonesia dan Berbagai Fungsinya!

2. Bunga Efektif (Effective Interest)

Jika bunga flat biasanya digunakan untuk jangka pendek, maka bunga efektif mempunyai tenor pinjaman yang panjang. Dapat dipastikan bahwa besaran dari bunga yang dibayarkan untuk jenis bunga efektif lebih kecil daripada bunga flat karena tenornya yang panjang. 

Baca Juga  7+ Cara Mengelola Gaji 3 Juta Supaya Kondisi Finansial Aman

Umumnya, penggunaan bunga efektif ini dijumpai pada KPR atau kredit kepemilikan rumah maupun kredit investasi lainnya. Bunga efektif memiliki karakteristik perhitungan yang khusus, karena jumlah angsuran akan berkurang seiring berjalannya waktu. 

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Angsuran dihitung berdasarkan sisa dari total pinjaman. Perhitungan bunga efektif akan dihitung setiap akhir periode pembayaran angsuran sesuai saldo pokok. 

Untuk lebih mudahnya bisa dijelaskan bahwa cicilan kedua lebih murah daripada cicilan pertama, begitu seterusnya.

Bunga flat dan bunga efektif memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Salah satu kelebihan dari bunga flat adalah nasabah mengetahui kepastian besaran angsuran yang perlu dibayarkan. Sementara itu, kelemahan bunga flat adalah tidak dapat mengikuti bunga pasaran. 

Keunggulan dari bunga efektif yaitu suku bunga yang dapat turun mengikuti bunga di pasaran. Sedangkan kelemahan dari bunga efektif adalah besaran angsuran yang tidak bisa diketahui dengan pasti karena bisa mengalami kenaikan akibat kenaikan suku bunga di pasaran.

Baca Juga : Cara Gadai BPKB Mobil dan Syaratnya

Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank

Setelah mengetahui perbedaan dari bunga flat dan bunga efektif, lalu bagaimana cara menghitung bunga bank? Perhitungan bunga bank bisa diketahui menggunakan rumus. 

Untuk menggunakannya calon nasabah perlu mengetahui pokok pinjaman, suku bunga, dan jumlah waktu pengembalian utang. Berikut ini cara perhitungan bunga pinjaman bank menggunakan jenis bunga flat dan bunga efektif:

1. Perhitungan sistem kredit bunga flat

Supaya lebih paham cara sistem kredit dengan bunga flat, coba perhatikan contoh atau simulasi kredit:

Misalnya, A memperoleh pokok pinjaman bank dengan nilai Rp36 juta. Dari pinjaman itu, A diberikan bunga flat dengan nilai 5% per tahun. Jangka waktu pengembalian utang yang telah disepakati adalah 2 tahun (24 bulan). Rumus untuk perhitungan bunga:

Bunga per bulan = (P x l x t) / jb

Keterangan:

P = Pokok pinjaman

l = Suku bunga per tahun

t = Jumlah tahun jangka waktu kredit

Baca Juga  11 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros!

jb = Jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

Perhitungan:

Cicilan pokok = Pokok pinjaman / jumlah bulan

Cicilan pokok = Rp36.000.000 / 24

Cicilan pokok = Rp1.500.000

Perhitungan bunga flat A:

Bunga per bulan = (Rp36.000.000 x 5% x 2) / 24

Bunga per bulan = Rp150.000

Jadi, besar cicilan untuk bulan pertama sampai cicilan akhir di bulan ke-24 yang harus dibayarkan adalah Rp1.650.000. Cicilan menggunakan bunga flat ini memiliki besaran yang sama, sehingga tidak ada perubahan nilai angsuran.

2. Perhitungan sistem kredit bunga efektif

A mendapatkan pokok pinjaman bank yaitu Rp360 juta. Dari pinjaman ini, A diberikan bunga efektif yaitu 10% per tahun. Jangka waktu pengembalian yang sudah disepakati adalah 2 tahun (24 bulan). Rumus untuk mengetahui perhitungan bunga:

Bunga = SP x i x (30/360)

Keterangan:

SP = Saldo pokok

i = suku bunga per tahun

30 = jumlah hari dalam satu bulan

360 = jumlah hari dalam satu tahun

Perhitungan:

Cicilan pokok = Pokok pinjaman / jumlah bulan

Cicilan pokok = Rp360.000.000 / 24

Cicilan pokok = Rp15.000.000

Perhitungan angsuran bulan ke-1:

Bunga = Rp360.000.000 x 10% x (30 hari/360 hari)

Bunga = Rp3.000.000

Angsuran yang harus dibayar pada bulan ke-1 adalah angsuran pokok ditambah bunga = Rp15.000.000 + Rp3.000.000 = Rp18.000.000.

Perhitungan angsuran bulan ke-2:

Karena telah membayar angsuran pada bulan 1 dengan nilai Rp15 juta, maka saldo pokok pinjaman akan berkurang. Saldo pokok pinjaman menjadi Rp345 juta (Rp360 juta – Rp15 juta).

Bunga = Rp345.000 x 10% x (30 hari/360 hari)

Bunga = Rp2.875.000

Angsuran yang harus dibayar pada bulan ke-2 adalah Rp15.000.000 + Rp2.875.000 = Rp17.875.000. Dari perhitungan angsuran tersebut terlihat bahwa angsuran pada bulan ke-2 lebih kecil dibandingkan pada bulan ke-1.

Keputusan untuk meminjam uang dari bank adalah hak setiap individu. Namun, alangkah baiknya sebelum meminjam calon nasabah sudah paham cara menghitung bunga bank. Banyak orang yang menilai bahwa besaran bunga sulit diketahui, tapi sebenarnya ada rumus yang bisa digunakan. 

Baca Juga : 6 Tips Membeli Rumah KPR agar Tidak Tertipu Developer Nakal

Related Posts