Home Investasi Mengenal Cryptocurrency, Jenis dan Cara Kerjanya
cryptocurrency adalah

Mengenal Cryptocurrency, Jenis dan Cara Kerjanya

by Titis NP

Cryptocurrency adalah bentuk uang digital yang dapat ditukar dengan barang dan jasa. Cryptocurrency  tidak didukung atau diatur oleh pemerintah seperti mata uang rupiah Sebaliknya, cryptocurrency beroperasi dengan “blockchain” yang juga dikenal sebagai buku besar digital.

Pengguna cryptocurrency di seluruh dunia memverifikasi transaksi dengan menggunakan komputer untuk memecahkan algoritma yang kompleks. Jadi penasaran seperti apa sih cryptocurrency lebih jauh, apa saja jenis-jenisnya dan bagaimana cara kerja dari mata uang satu ini?

Baca Juga : Reksadana Terbaik Paling Cuan Untuk Pemula 2021

Pengertian Cryptocurrency

Crypto adalah uang digital dan sering disebut sebagai “koin”, dapat ditransfer langsung dari orang ke orang tanpa melibatkan pihak ketiga, seperti bank. Transaksi ini terjadi jauh lebih cepat daripada transfer uang tradisional dan dapat dilakukan dalam hitungan detik.

Berbeda dengan mata uang tradisional, cryptocurrency tidak memiliki objek fisik yang mewakili nilai. Tidak ada koin atau uang kertas yang sebenarnya. Mata uang ini ada sepenuhnya dalam ranah digital. Cryptocurrency telah mendapatkan popularitas di dunia, tetapi masih banyak disalahpahami.

Cryptocurrency sendiri dikembangkan setelah krisis keuangan 2008 sebagai alternatif untuk perbankan yang ada. Ide untuk sistem baru ini dikembangkan oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Pada tahun 2009, Nakamoto merilis white book yang menjelaskan konsep dan software untuk cryptocurrency pertama dan paling terkenal, yakni Bitcoin.

banner dana cepat gadai kendaraan

Jenis-Jenis Cryptocurrency

1. Bitcoin

Menggunakan buku besar digital yang dikenal sebagai blockchain, Bitcoin (BTC) disimpan dalam jaringan terdesentralisasi.

Sebagai cryptocurrency open-source, siapapun dapat mengambil bagian. Aset digital dapat dibagi hingga 1/100.000.000 Bitcoin, juga dikenal sebagai “Satoshi,” diambil dari nama samaran pendiri.

Bitcoin dibuat menggunakan model proof-of-work (PoW). Cara kerjanya adalah, para penambang memecahkan persamaan matematika dan menerima koin digital sebagai hadiah. Sistem PoW digunakan secara aman dengan mengurutkan riwayat transaksi Bitcoin di blockchain.

Baca Juga  Kredit Investasi: Pengertian, Contoh dan Cara Pengajuannya!

Bitcoin sudah menjadi cryptocurrency terbesar di luar sana dan menjadi sebuah emas digital baru. Harga Bitcoin selama setahun terakhir mewakili koin digital pertama bahkan mencapai kapitalisasi pasar 1 triliun US dollar.

2. Ethereum

Jika Bitcoin seperti emas digital, Ethereum (ETH) juga memiliki nilai yang hampir sama. Ethereum muncul di sekitar jaringan peer-to-peer, seperti Bitcoin. Tetapi fokus Ethereum adalah memiliki blockchain yang dapat diprogram.

Artinya, ada aplikasi berbasis Ethereum yang dapat digunakan untuk sejumlah aset digital selain uang. Itulah sebabnya Ethereum bisa disamakan dengan internet karena memiliki lebih banyak fungsi dan fleksibilitas daripada Bitcoin.

Tidak seperti Bitcoin, Ethereum tidak memiliki batas pasokan maksimum. Meskipun secara teoritis tidak terbatas, tingkat penerbitan Ethereum baru telah berkurang secara substansial dalam beberapa tahun terakhir.

Kemudian, ada proposal untuk biaya transaksi yang akan “membakar” Ethereum, atau mengeluarkan koin digital dari peredaran, yang dapat memiliki efek deflasi.

 Dengan demikian, jika Anda ingin berinvestasi di Ethereum, maka pastikan Anda mengawasi setiap perubahan pada tingkat pertumbuhan Ethereum.

Baca Juga : Ingin Memulai Investasi? Ketahui Dulu Perbedaan Reksadana dan Saham

3. Binance Coin (BNB)

Binance Coin dikembangkan sebagai token berbasis Ethereum sebelum pindah ke blockchainnya sendiri, Binance Chain. Binance Coin adalah koin pertama yang bertransaksi hanya dengan cryptocurrency lain dan bukan dengan uang kertas.

Penggunaan utama Binance Coin adalah untuk memperdagangkan kripto dan membayar biaya di bursa Binance, yang sekarang menjadi mata uang asli.

Diluncurkan pada tahun 2017, Binance Coin berada di peringkat kelima dalam daftar cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

Binance Coin juga memiliki biaya yang lebih rendah daripada mengubah dolar fiat menjadi mata uang kripto.

Baca Juga : 7 Investasi yang Cocok Untuk Milenial yang Menguntungkan

4. Litecoin (LTC)

Seperti Bitcoin, Litecoin juga beroperasi sebagai mata uang peer-to-peer. Litecoin juga menggunakan jaringan yang sepenuhnya terdesentralisasi dengan hampir tanpa pembayaran. Litecoin juga merupakan salah satu cryptocurrency terbesar bila diukur dengan kapitalisasi pasar.

Baca Juga  Mengenal Robot Trading, Plus Minus Investasi Menggunakan Robot Trading

Litecoin berbeda dari Bitcoin karena memiliki waktu transaksi yang lebih cepat dan efisiensi penyimpanan yang lebih baik. Hal ini memungkinkan waktu konfirmasi yang lebih cepat, yaitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk transaksi dikonfirmasi oleh penambang.

Litecoin telah terbukti sebagai mata uang digital yang bagus dan bisa diibaratkan seperti perak. LTC memiliki hard cap 84 juta koin, empat kali lipat dari Bitcoin.

Keuntungan biaya dan kecepatan pemrosesan yang unggul dibandingkan Bitcoin telah memungkinkan cryptocurrency satu ini terus bergerak lebih tinggi.

Baca Juga : Mengenal Robot Trading, Plus Minus Investasi Menggunakan Robot Trading

5. Dogecoin (DOGE).

Jika Bitcoin adalah emas dan Litecoin adalah perak, maka ada satu mata uang yang bisa dibilang adalah uang rakyat, namanya Dogecoin (DOGE). Sejauh ini, Dogecoin memiliki kapitalisasi pasar sekitar 92 miliar US Dollar, menjadikannya salah satu cryptocurrency terbesar yang ada.

Harga per koin Dogecoin terbilang rendah sehingga membuatnya menarik untuk dijadikan salah satu alternatif investasi. Sayangnya, tidak ada batasan jumlah maksimum Dogecoin yang dapat dibuat.

 Jadi seperti dolar, euro, dan mata uang fiat lainnya, reli Dogecoin suatu hari nanti mungkin berakhir karena cryptos dengan hard cap mendapatkan lebih banyak minat investor.

6. Tether

Tether  adalah contoh stablecoin, karena harganya dirancang untuk meniru mata uang lain, yakni dolar AS. Tether mengklaim memiliki $1 dalam cadangan untuk setiap koin yang dikeluarkannya, sehingga trader dapat mengkonversi dolar ke Tether dan kemudian memperdagangkannya dengan mata uang lain.

Tether diluncurkan pada pertengahan 2014 sebagai “Regalcoin” dan diganti namanya pada akhir tahun 2014. Tether beroperasi dengan blockchain Bitcoin, tetapi kemudian berganti ke blockchain lain termasuk Ethereum.

Tether sendiri adalah jenis cryptocurrency yang terbilang kontroversial karena kapitalisasi pasarnya pernah melewati $50 miliar pada awal 2021.

Baca Juga : Cara Bermain Saham Untuk Pemula Mudah dan Menguntungkan

Cara Kerja Cryptocurrency

Bagaimana cryptocurrency itu bekerja? Nah, setelah Anda memahami pengertian cryptocurrency, asal mula dan jenis-jenisnya, maka mari lihat lebih dekat cara kerjanya dengan menggunakan contoh Bitcoin.

Baca Juga  Pengertian Dana Pensiun, Fungsi, Manfaat dan Panduan Cara Menghitung Dana Pensiun

Teknologi yang dikembangkan oleh Satoshi Nakamoto dikenal sebagai blockchain. Teknologi Blockchain melacak dan memverifikasi penambangan bitcoin serta transaksi yang terkait dengan koin.

Semua informasi yang disimpan di blockchain dibagikan secara publik, terus diperbarui dengan transaksi, dan divalidasi oleh pengguna sehingga membuatnya sangat sulit untuk diretas.

Penting untuk diingat bahwa blockchain adalah jenis teknologi, bukan aset atau perusahaan. Sejumlah perusahaan mencoba menggunakan blockchain untuk aplikasi yang berbeda.

Misalnya, Ethereum mencoba memanfaatkan teknologi blockchain ke dalam smart contracts,, yang akan menghilangkan perantara dan membuat pertukaran uang, saham, atau properti sepenuhnya otomatis.

Nah, karena mata uang ini mendapatkan popularitas dan nilai yang tinggi, maka lebih banyak fokus diberikan pada bagaimana mata uang ditambang.

Ingat, pengguna awal tidak membeli atau menjual Bitcoin. Sebaliknya, pengguna menambang Bitcoin. Sederhananya, penambangan cryptocurrency adalah verifikasi transaksi pada buku besar blockchain.

Saat transaksi terjadi, “penambang” memverifikasi setiap transaksi untuk memastikan keakuratannya. Transaksi ini terjadi terus-menerus, dan saat ditambahkan ke blok.

Setiap blok terdiri dari sejumlah transaksi tertentu dan tautan ke blok sebelumnya. Setelah sejumlah transaksi tertentu ditambahkan ke blok, blok kemudian ditambahkan ke blockchain.

Tetapi sebelum dapat ditambahkan ke blockchain, para penambang memecahkan teka-teki matematika yang kompleks untuk memverifikasi semua transaksi dan urutan terjadinya, lalu menambahkan blok ke blockchain.

Sebagai reward, para penambang menerima bayarannya dalam koin blok, sehingga meningkatkan jumlah koin mata uang kripto tertentu di dunia.

Baca Juga : 5+ Rekomendasi Cryptocurrency Terbaik dan Bagus untuk Investasi

Sudah tahu apa itu cryptocurrency, jenis dan cara kerjanya? Kalau Anda ingin bermain cryptocurrency, pastikan ketahui dengan jelas jenis yang terbaik dan cara kerjanya, ya!

*NB : Ini hanya merupakan edukasi, bukan ajakan untuk membeli satu produk investasi, pembaca diminta mempertimbangkan sendiri keputusan pembelian. Atur pundi tidak bertanggungjawab atas kerugian yg mungkin timbul.

Related Posts