Home Perencanaan Keuangan Dana Darurat Ternyata Penting Loh
dana darurat

Dana Darurat Ternyata Penting Loh

by Team Aturpundi

Pentingnya Dana Darurat, Refleksi Efek Pandemi Covid-19 untuk Pengelolaan Keuangan Keluarga

Salah satu efek negatif yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 adalah banyaknya orang yang harus kehilangan pekerjaan. Banyak sektor usaha terkena imbas pandemi, dari yang berskala ringan berupa pengurangan omset dan keuntungan, sampai yang berskala berat harus mengurangi karyawan, bahkan tidak sedikit yang harus sampai menutup usahanya.

Ribuan pekerja kehilangan sumber pendapatan dan harus berjuang mempertahankan kehidupannya. Ada yang tidak kuatir, karena masih ada orang tua atau keluarga yang bisa membantu. Ada yang cukup siap, karena memiliki tabungan yang dapat digunakan dalam keadaan darurat semacam ini. Tetapi ada lebih banyak yang gagap untuk menghadapi kondisi ini karena tidak cukup melakukan persiapan sebelumnya.

Dana Darurat Itu Penting

Kita disadarkan akan betapa pentingnya memiliki Dana Darurat. Bayangkan betapa bingungnya jika kita tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan yang selama ini rutin diterima, sementara tuntutan kebutuhan terus berjalan. Apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga, tekanan kebutuhan pastinya semakin besar. Beda ceritanya, jika kita sudah antisipasi menyiapkan Dana Darurat, pasti akan lebih tenang menghadapi kondisi ini, dan akan lebih focus untuk mencari pekerjaan baru atau mulai usaha sendiri.

Sesuai dengan namanya, Dana ini berfungsi untuk membiayai semua kebutuhan selama periode darurat, dimana penghasilan yang biasa diterima secara rutin tiba-tiba harus terhenti karena berbagai sebab, bisa karena kondisi krisis seperti saat ini atau karena sebab lain, seperti sakit, terkena PHK, dan sebagianya.

Besaran Dana Darurat

Besarnya Dana berbeda-beda untuk setiap orang, tetapi secara umum dibedakan untuk mereka yang masih lajang dan yang sudah berkeluarga. Besarannya biasanya dinyatakan dengan berapa kali pengeluaran bulanan. Tentu saja dalam hal ini, yang dimaksud dengan pengeluaran bulanan adalah pengeluaran minimal untuk hal-hal pokok saja yang tetap harus dipenuhi saat kita kehilangan sumber pendapatan. Misalkan jika dalam kondisi normal seseorang memiliki pengeluaran bulanan sebesar lima juta rupiah, bisa jadi pengeluaran minimal cukup sebesar tiga juta rupiah, untuk makan, listrik, pulsa, uang sekolah anak dan hal lainnya yang tidak bisa ditunda.

Baca Juga  Tips Mengelola Keuangan Milenial, Tetap Eksis Tanpa Tekor

Untuk mereka yang masih lajang, besarnya dana berkisar tiga kali sampai enam kali pengeluaran bulanan minimal, sedangkan untuk yang sudah berkeluarga besarnya berkisar enam kali sampai dua belas kali pengeluaran minimal bulanan. Tentu saja ini bukan merupakan standar baku, Anda bisa menetapkan sendiri target Dana Darurat sesuai kondisi masing-masing.

banner dana darurat gadai kendaraan

Bagaimana Memulainya

Saat kondisi normal dan semua berjalan baik-baik saja, menyiapkan Dana Darurat  sepertinya memang terkesan tidak terlalu penting. Mengapa harus repot-repot menyisihkan uang untuk Dana Darurat, sementara kita lancar-lancar saja menerima penghasilan setiap bulan. Bahkan kita masih bisa memesan kopi kekinian favorit hampir setiap hari di kantor. Para perencana keuangan boleh saja berbusa-busa meyakinkan tentang pentingnya Dana Darurat, tetapi kalau belum mengalami sendiri kondisi seperti yang terjadi saat ini, biasanya seseorang cenderung menunda-nunda komitmen untuk mulai mengumpulkan Dana Darurat.

Lalu bagaimana cara mengumpulkannya? Saat ini mungkin saat yang tepat untuk memulai, karena kita sudah melihat dan bahkan merasakan sendiri betapa dahsyatnya pengaruh krisis terhadap keuangan keluarga kita. Walaupun demikian tetap diperlukan komitmen, tekad yang kuat dan konsistensi untuk melakukannya.

Jadi bagi kalian yang beruntung masih memiliki pekerjaan dan penghasilan setiap bulan, jangan tunda-tunda lagi, segera buat komitmen dan mulailah langkah untuk mengumpulkan Dana Darurat. Bagaimana kalau kita sudah telanjur kehilangan pekerjaan? Jangan patah semangat, tetap fokus berusaha dan berdoa agar segera mendapatkan pekerjaan yang baru. Jangan lupa, saat kalian sudah bekerja kembali, mulailah menghimpun dana untuk kebutuhan darurat.

Baca Juga  Tabungan Pendidikan Anak BNI : Janis, Manfaat dan Keuntungannya!

Baca Juga : 15 Cara Mendapatkan Uang Bagi Pengangguran

Kiat Mengumpulkannya

Boro-boro Dana Darurat, buat kebutuhan bulanan saja tidak cukup. Pemikiran itu hampir pasti ada di benak sebagian besar orang. Ga salah sih, karena pada dasarnya seseorang cenderung untuk segera menyesuaikan (baca: meningkatkan) gaya hidupnya setiap kali mereka mendapatkan kenaikan penghasilan. Jadi mau naik gaji berapapun, rasanya tidak pernah cukup. Yang sebelumnya naik angkot, kepengen kredit motor. Yang sudah punya motor, pengen motor gede kekinian. Sudah punya motor gede, pengen kredit mobil. Ga ada habisnya.

Untuk menyiasatinya, Kalian bisa coba tips berikut.

  • Buat komitmen berapa persen anggaran Dana Darurat yang dialokasikan setiap bulan, bisa 10% atau 20% dari penghasilan, tergantung dari perhitungan besarnya penghasilan bulanan, target Dana Darurat yang akan dikumpulkan dan berapa lama kalian akan mengumpulkan dana tersebut.
  • Potong di awal 10% atau 20% dari penghasilan sesuai komitmen, segera setelah menerima penghasilan, kemudian setor ke rekening terpisah atau ke instrument investasi yang dipilih.
  • Cukupkan pengeluaran dengan penghasilan yang tersisa, kalau tidak cukup, kalian harus menyusun ulang prioritas dan nilai pengeluaran agar lebih sesuai.

Baca Juga: Cara Banyak Uang yang Penting Untuk Diketahui

Cara Mengelola

Sesuai dengan fungsinya sebagai jaring pengaman saat keadaan darurat, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan. Pertama, tempatkan dana darurat dalam instrument yang likuid, artinya cukup mudah untuk dicairkan setiap saat jika diperlukan. Kedua, Kalian harus menentukan, dalam kondisi apa dana tersebut dapat digunakan, karena jika tidak demikian akan banyak sekali godaan untuk menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan yang tidak bersifat darurat.

Baca Juga  15 Cara Mendapatkan Uang Bagi Pengangguran

Baca Juga : Faktor Penyebab Perusahaan Bangkrut

Beberapa instrument yang dapat digunakan, antara lain:

Instrument ini bisa jadi pilihan yang paling umum dan memang pas dengan fungsi Dana Darurat. Bisa didaftarkan di semua bank umum, imbal hasil lebih tinggi dibanding tabungan biasa, dan sangat likuid, mudah dicairkan saat diperlukan.

  • Reksadana Pasar Uang

Instrument ini juga cocok untuk digunakan. Imbal hasil lebih tinggi dari deposito berjangka, stabil, dan mudah dicairkan. Reksadana Pasar Uang dapat didaftarkan pada beberapa bank yang menjadi agen penjual, atau bisa juga dibeli di perusahaan asset management. Tidak disarankan untuk menggunakan instrument Reksadana Saham untuk akumulasi Dana Darurat mengingat sifatnya yang cukup fluktuatif.

  • Emas (logam mulia)

Emas berbentuk logam mulia juga bisa menjadi salah satu pilihan. Intrument ini memberikan imbal hasil yang cukup tinggi untuk jangka menengah dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, harga emas kadang-kadan bisa cukup fluktuatif. Emas logam mulia juga cukup mudah dijual-belikan, jadi termasuk instrument yang likuid.

 

Oleh:

Setiadji D. Soemarto

Pembelajar Pengelolaan Keuangan Keluarga

Praktisi 20 tahun di lembaga keuangan terkemuka

Related Posts