Home Bisnis Faktor Penyebab Perusahaan Bangkrut
Penyebab perusahaan bangkrut

Faktor Penyebab Perusahaan Bangkrut

by Team Aturpundi

Banyak perusahaan yang mengalami bangkrut. Secara umum membangun suatu bisnis memang memiliki resiko yang lumayan besar, karena sudah banyak orang yang gagal dalam menjalankan bisnis. Apabila ingin memiliki bisnis dalam skala yang besar, maka diperlukan kerja keras untuk mencapainya dna diperlukan keberanian untuk mengambil resiko. Lini bisnis yang bisa dipilih sangatlah banyak, tergantung siapa yang menjalankannya.

Perusahaan yang sudah berjalan atau stabil tetap memiliki resiko kebangkrutan yang besar, karena penyebab kebangkrutan sangatlah banyak. Untuk mencegah kebangkrutan, tentu harus ada langkah pencegahan atau antisipasi yang tepat. Kebangkrutan perusahaan memang bisa ditimbulkan dari faktor internal atau eksternal.

Faktor Internal Penyebab Perusahaan Bangkrut

 

1. Model Bisnis Kurang Tepat

Ketika anda memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha dan membangun sebuah perusahaan, maka anda harus memiliki model bisnis yang tepat. Dengan model bisnis yang baik, maka suatu perusahaan bisa menciptakan nilai dan mengembangkan produk untuk para pelanggannya. Model bisnis menjadi salah satu strategi inti dalam membangun perusahaan yang sukses.

Perusahaan yang tidak memiliki model bisnis yang baik, akan berisiko untuk mengalami banyak masalah dan akan berakibat pada kebangkrutan. Suatu perusahaan harus bisa memahami berbagai kebutuhan atau keinginan dari pelanggan, sehingga akan terbentu kepuasan dari para pelanggan. Model bisnis harus direncanakan secara detail, agar terbantuk suatu bisnis yang solid.

2. Manajemen Terlalu Boros

Perusahaan pasti akan melakukan pola manajemen untuk mengatur berbagai hal yang diperlukan dan kinerja manajemen perusahaan sangatlah diandalkan dalam melakukan efisiensi pengeluaran. Manajemen yang melakukan pengeluaran terlalu boros dan tidak seimbang dengan pendapatan perusahaan, akan membuat perusahaan menjadi kesulitan keuangan.

Kerugian suatu perusahaan menjadi salah satu masalah yang harus cepat diatasi, agar perusahaan bisa berjalan sesuai rencana. Perusahaan yang terus merugi akan kesulitan untuk membayar berbagai kewajibannya seperti membayar gaji karyawan, membayar pajak dan yang lainnya. Manajemen perusahaan yang boros harus cepat dibenahi, agar tidak berimbas pada kebangkrutan perusahaan.

banner modal usaha gadai kendaraan

3. Masalah Keuangan

Masalah keuangan yang muncul dalam perusahaan biasanya disebabkan berbagai faktor dan masalah keuangan menjadi masalah yang harus cepat distabilkan. Adanya ketidakseimbangan antara jumlah modal yang dimiliki perusahaan dengan jumlah piutang akan membuat permasalahan yang besar, karena jumlah laba yang diperoleh akan semakin kecil.

Perusahaan yang memiliki piutang terlalu besar juga bisa membahayakan buat perusahaan, karena modal kerja perusahaan akan tersimpan di piutang yang jumlahnya besar. Perusahaan yang tidak bisa keluar dari permasalahan kesulitan keuangan, maka akan sangat cepat bangkrut. Cara mencegah kesulitan keuangan yaitu menyisihkan keuntungan saat perusahaan peroleh laba yang sangat besar.

4. Manajemen Curang

Untuk memilih kandidat terbaik dalam perusahaan, tentu tidak hanya kecerdasannya dan komunikasinya yang baik, namun perlu juga memilih para karyawan yang miliki tingkat kejujuran yang tinggi. Dengan para karyawan yang jujur, maka manajemen perusahaan akan dijalankan dengan benar dan perusahaan akan berpeluang untuk mengalami kemajuan.

Manajemen memang memiliki peranan kunci dalam sebuah perusahaan, sehingga manajemen perlu diperankan oleh karyawan yang berkualitas. Manajemen yang curang atau suka korupsi akan sangat merugikan pihak perusahaan. Apabila manajemen yang curang dibiarkan meraja rela, maka perusahaan akan masuk ke jurang kebangkrutan dan perusahaan akan mengalami kerugian yang besar.

Baca Juga : 15 Cara Mendapatkan Uang Bagi Pengangguran

Baca Juga  Apa Itu Miliarder? Ini Cara yang Dilakukan Supaya Menjadi Miliarder

5. Kurang Inovasi

Dalam suatu bisnia, inovasi menjadi hal yang sangat penting dan wajib diperhatikan, karena dengan inovasi mampu membantu perusahaan memenangkan persaingan. Kini dengan perkembangan teknologi yang pesat, maka perusahaan harus bisa memanfaatkan teknologi untuk lebih berkembang dan perusahaan harus bisa berinovasi dengan menciptakan hal baru.

Secara umum teknologi menyederhanakan proses operasional bisnis, karena kini banyak mesin canggih yang mampu membantu percepatan pekerjaan. Meskipun harga mesin mahal, namun penggunaannya lumayan lama dan bisa bekerja dengan cepat. Perusahaan yang kurang melakukan inovasi, akan berpeluang mengalami kebangkrutan dan akan sangat tertinggal dengan para pesaingnya.

Baca Juga : Dana Darurat Ternyata Penting Loh

Faktor Eksternal Penyebab Perusahaan Bangkrut

 

1. Legalitas Perusahaan

Untuk punya sebuah perusahaan, tentu ada berbagai dasar hukum yang harus dipenuhi dan dengan memenuhi aturan hukum, maka perusahaan bisa berjalan tanpa hambatan. Permasalahan hukum bisa berakibat fatal untuk perusahaan, karena bisa akibatkan penutupan perusahaan secara paksa dan hal ini menjadi salah satu penyebab kebangkrutan yang sering muncul di sebuah perusahaan.

Perusahaan yang tidak memenuhi berbagai aturan hukum yang berlaku di Indonesia, akan mudah untuk digoyahkan para pesaingnya. Legalitas perusahaan menjadi faktor penting yang harus dipenuhi, apabila ingin memiliki sebuah perusahaan maju. Dengan menjalankan prosedur yang benar, maka perusahaan akan terhindar dari ancaman kebangkrutan yang sangat merugikan.

2. Pesaing Ketat

Persaingan dalam dunia bisnis memang akan selalu berkembang, sehingga menuntut para perusahaan untuk selalu berinovasi. Perusahaan yang berada di zona nyaman akan sangat mudah untuk dikalahkan pesaingnya. Stabilitas perusahaan harus bisa dikendalikan dengan baik, agar perusahaan tidak mudah kalah bersaing dan tidak akan mudah mengalami kebangkrutan.

Setiap perusahaan dituntut untuk selalu memperbaiki diri, agar bisa bersaing dengan baik dan perusahaan harus mampu memenuhi kebutuhan para pelanggannya dengan sangat baik. Tidak hanya produknya yang terus dikembangkan, namun perusahaan juga harus terus meningkatkan pelayanan dan cari berbagai nilai tambah yang akan disukai para pelanggan.

3. Masalah Dengan Kreditor

Kini banyak sekali perusahaan yang melibatkan peminjaman uang untuk mengembangkan perusahaan, meskipun meminjam uang memiliki resiko yang sangat besar. Apabila ingin man dengan para pemberi kredit, maka perusahaan harus bersikap kooperatif dan menjalankan semua aturan yang telah disepakati. Secara umum masalah dengan kreditor haruslah dihindari, agar perusahaan tetap bisa berjalan stabil.

Masalah dengan kreditor bisa menganggu stabilitas perusahaan dan bisa mengancam kebangkrutan perusahaan. Kreditor memiliki wewenang untuk memailitkan sebuah perusahaan, apabila tidak membayar utangnya sesuai perjanjian dan aturan ini telah diatur dengan jelas di undang-undang no 4 tahun 1998. Untuk mengatasi kebangkrutan, maka perusahaan harus bisa mengelola pembayaran utang dengan baik.

4. Perekonomian Global Anjlok

Kondisi perekonomian secara global memang sangatlah sulit untuk diprediksi, karena berbagai perubahan bisa muncul dengan cepat. Kondisi perekonomian yang turun secara dratis akan berpengaruh terhadap stabilitas perusahaan dan kondisi ini harus bisa diantisipasi dengan sangat cepat. Perusahaan yang mampu mengelola keuangan dengan baik, maka akan terhindar dari kebangkrutan.

Perkembangan perekonomian secara global harus terus diperhatikan, agar perusahaan bisa mengantisipasi berbagai kondisi yang memungkinkan muncul. Perekonomian global anjlok menjadi salah satu penyebab perusahaan bangkrut. Supaya ekonomi perusahaan berjalan stabil, maka diperlukan adaptasi yang baik dari perusahaan untuk menghadapi berbagai kondisi yang terjadi.

5. Gagal Antisipasi Perubahan

Tren pasar dalam skema bisnis memang sangat cepat mengalami perubahan dan perusahaan harus bisa menyesuaikan diri dengan sangat cepat, agar tidak ketinggalan oleh para pesaing. Keinginan dan harapan para pelanggan harus bisa diikuti dengan baik, agar menghasilkan kepuasan buat para pelanggan. Dengan adanya perubahan tren pasar, memungkinkan suatu perusahaan melakukan perubahan secara drastis.

Baca Juga  12 Ide Usaha Modal 500 Ribu yang Menguntungkan Bagi Pemula

Perubahan dalam perusahaan bisa mencakup berbagai hal dan salah satunya mencakup infrastruktur yang berjalan dalam perusahaan. Apabila perusahaan gagal dalam mengantisipasi perubahan tren pasar, maka perusahaan akan sulit untuk bersaing dan akan kalah dalam persaingan bisnis. Perusahaan harus punya strategi khusus untuk antisipasi berbagai perubahan dalam perjalanan bisnis.

 

Cara Bangkit Dari Kebangkrutan Perusahaan

 

1. Terima Kenyataan

Ketika anda mendapati perusahaan mengalami kebangkrutan, tentu ada banyak penyesalan yang tertumpuk di hati. Meskipun anda akan merasa terpuruk akibat kebangkrutan perusahaan, namun anda harus bisa terima kenyataan dengan baik. Suatu kenyataan yang sangat pahit harus diterima dengan hati yang iklas dan anda bisa mengambil berbagai pelajaran dari kejadian.

Apabila anda tidak bisa menerima kenyataan dengan baik, maka anda akan sulit untuk bangkit dan memiliki keinginan untuk membangun perusahaan kembali. Maksud dari menerima kenyataan bukanlah tentang sikap pasrah dan menjadikan anda berhenti untuk berusaha, namun harus memotivasi anda untuk bisa bangkit kembali dengan merintis perusahaan baru.

2. Berfikir Positif

Apabila anda selalu berpikiran negatif terhadap berbagai hal, maka anda akan memiliki aura negatif yang terbentuk secara otomatis. Aura negatif yang terpelihara akan berpengaruh terhadap cara berfikir dan akan menghambat anda dalam mencapai kesuksesan. Berfikir positif sangatlah penting untuk dilakukan dalam menghadapi kebangkrutan perusahaan.

Secara umum kehidupan akan selalu berputar, sehingga tidak ada yang tak mungkin. Apabila anda ingin bangkit dari rasa sakit kebangkrutan perusahaan, maka anda harus berfikir positif dan selalu semangat dalam merintis bisnis baru. Penyesalan terbaik dalam bisnis adalah selalu berusaha untuk bangkit dan menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk raih kesuksesan.

3. Jadikan Pelajaran

Ketika anda mengalami kebangkrutan perusahaan, maka anda harus melakukan analisis mengenai faktor penyebab kebangkrutan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka anda bisa belajar dari pengalaman dan akan menghindarkan anda masuk dalam lubang yang sama. Analisis semua hal yang menyebabkan perusahaan bangkrut, agar anda bisa memperbaiki kesalahannya di perusahaan yang baru.

Kegagalan yang biasanya menyebabkan perusahaan bangkrut seperti manajemen keuangan yang tidak jujur, pemasaran yang buruk dan kinerja karyawan yang buruk. Dengan analisa, maka anda bisa membuat cara pencegahan untuk menghindarkan masalah yang sama. Setiap kesalahan yang dijadikan pelajaran, maka akan menghasilkan hal positif di kemudian hari.

4. Terus Belajar

Belajar merupakan kewajiban semua manusia yang ada di dunia dan kegiatan belajar bisa dilakukan dengan berbagai cara. Jangan mudah puas untuk belajar, karena perubahan informasi bisa berlangsung dengan sangat cepat. Terus balajar menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa bangkit dari kebangkrutan perusahaan.

Terus pelajari berbagai hal baru yang bisa menunjang kemajuan suatu bisnis atau usaha, sehingga bisa bersaing secara efektif dengan bisnis lainnya. Anda juga bisa melakukan diskusi dengan para pengusaha yang bisa bangkit dari kebangkrutan, karena pengalamannya bisa menjadi modal yang berharga. Terus belajar untuk menciptakan inovasi baru untuk membangun bisnis yang berskala besar.

5. Temukan peluang

Untuk anda yang mencoba bangkit dari kebangkrutan, tentu masih tersedia peluang yang sangat besar untuk bangkit dan memiliki perusahaan baru yang berkembang pesat. Seorang pengusaha tidak boleh optimis mengenai bisnis yang dijalankannya. Yakinlah akan selalu ada peluang sukses dalam setiap usaha yang dilakukan dan selalu berusaha untuk mencari peluang bisnis yang menguntungkan.

Baca Juga  8 Cara Mendapatkan Uang 100 Juta Pertama Bagi Pemula

Dengan memahami kesalahan yang pernah dialami, maka anda bisa memiliki sebuah solusi yang bisa menunjang keberhasilan usaha. Selalu belajar dari pengalaman, karena pengalaman adalah guru yang paling baik. Apabila anda menemukan sebuah peluang bisnis, maka anda harus cepat realisasikan dan jangan biarkan bisnis anda berhenti di perencanaan saja.

6. Ikut Tren

Perkembangan teknologi menjadi salah satu tren yang sedang berkembang di Indonesia, sehingga bermunculan berbagai aplikasi yang memudahkan para penggunanya. Sosial media menjadi platform yang banyak dipakai untuk berbisnis, karena konsep sosial media bisa dijalankan secara gratis. Kini muncul juga marketplace yang mempermudah transaksi online.

Dengan berbagai tren yang terus berkembang, maka anda harus bisa mengikuti tren dalam membangun bisnis baru. Jangan sampai anda menjalankan bisnis baru dengan konsep lama, karena tidak akan sesuai dengan tren pasarnya. Ikuti tren menjadi salah satu cara untuk bisa bangkit dari kebangkrutan dan bisa menghasilkan bisnis baru yang lebih berkualitas.

7. Optimalkan Waktu

Bangkrut merupakan salah satu kondisi yang dihindari semua pengusaha, karena bangkrut menjadi hal yang menyakitkan. Perusahaan bangkrut bisa disebabkan dengan berbagai faktor, karena kebangkrutan bisa muncul secara mendadak. Untuk menghindari kebangkrutan memang bisa dilakukan dengan banyak cara, namun ada beberapa faktor vital yang tidak akan bisa dihindari.

Untuk bisa bangkit dari kebangkrutan, maka anda bisa mengoptimalkan waktu untuk menemukan berbagai peluang bisnis. untuk bangkit, tentu anda harus bekerja dengan lebih giat dan selalu disiplin untuk menyelesaikan pekerjaan, agar perusahaan yang anda ristis cepat berkembang. Pengusaha yang bisa sukses, tentu harus memiliki perjuangan yang kuat dan selalu berusaha mencapai targetnya.

8. Mulai Bisnis Skala Kecil

Untuk bisa memiliki perusahaan besar, tentu bukan perkara yang mudah. Perlu perjuangan yang keras untuk memiliki perusahaan berkualitas, karena perusahaan besar akan terbentuk dari pribadi yang gigih dalam bekerja. Secara umum tidak ada perusahaan besar yang muncul begitu saja, tentu akan ada proses perkembangan yang terbilang berat.

Bagi anda yang telah mengalami kebangkrutan, maka anda bisa memulai bisnis baru dengan skala yang kecil dan rintis kembali bisnis dengan tingkat kesabaran yang tinggi. Dengan memulai bisnis dengan skala kecil, maka akan menghindarkan anda dari kerugian yang besar. Terus berusaha dengan keras untuk mengembangkan bisnis kecil menjadi bisnis yang besar.

9. Perluas Mitra

Untuk bisa sukses, tentu tidak bisa berjalan sendiri. Anda harus melakukan banyak hal penting seperti berkomunikasi dengan orang lain dan terus berusaha memperluas kemitraan. Bagi anda yang bangkrut dalam berbisnis, tentu masih banyak kesempatan untuk anda kembali sukses dan berhasil memiliki perusahaan besar.

Mitra merupakan salah satu penunjang yang paling efektif untuk mencapai keberhasilan seseorang dan dengan melakukan perluasan jaringan pertemanan, maka anda bisa melakukan kolaborasi dengan orang lain. Semakin banyak mitra, maka peluang anda untuk sukses dari kebangkrutan sangatlah terbuka lebar dan usaha yang anda jalankan akan lebih cepat berkembang dengan kemitraan yang anda bangun.

Demikian ulasan lengkap mengenai faktor internal dan eksternal penyebab perusahaan bangkrut dan semoga semua bahasan di artikel dapat memberikan manfaat untuk para pembaca.

Related Posts