Home Investasi Investasi Syariah: Pengertian, Cara Kerja dan Jenis Investasi Syariah Terbaik
investasi syariah

Investasi Syariah: Pengertian, Cara Kerja dan Jenis Investasi Syariah Terbaik

by Titis NP

Investasi syariah saat ini mulai banyak diminati oleh orang-orang yang gemar berinvestasi. Investasi dengan konsep syariah sendiri merupakan solusi bagi Anda yang ingin berinvestasi tanpa ragu apakah transaksi yang dijalankan riba atau tidak.

Sebelum terjun ke dalam dunia investasi yang syariah, tahukah Anda apa pengertiannya? Bagaimana cara kerjanya? Dan apa saja jenis-jenis investasi syariah terbaik? Semua informasi mengenai hal tersebut akan dibahas secara lengkap di dalam artikel ini.

Pengertian Investasi Syariah

Investasi syariah adalah investasi yang dijalankan berdasarkan berbagai syariat agama Islam. Sehingga, untuk menjalankan syariat Islam dalam proses investasi, pasar modal yang dituju hanya yang bermain di produk-produk halal.

Uang Anda sebagai investor tidak akan diinvestasikan ke perusahaan yang menjual berbagai hal yang diharamkan oleh Islam seperti makanan non halal, rokok, minuman keras, dan lain sebagainya. Sehingga, investasi yang syariah merupakan solusi bagi Anda yang meragukan kehalalan sebagai investor.

Cara Kerja Investasi Syariah

Sistem yang dijalankan dalam proses investasi dengan bentuk syariah sangatlah berbeda dengan investasi konvensional. Hal ini karena investasi dengan bentuk syariah menggunakan sistem Islam yang disebut dengan akad.

Akad sendiri adalah suatu bentuk kesepakatan atau perjanjian di antara kedua belah pihak sebagai penjual dan pembeli saham yang berkomitmen menggunakan nilai-nilai syariat agama Islam dalam setiap proses transaksi investasi.

JIka dikemas dalam bahasa Islami, akad berhubungan dengan ijab qobul di antara kedua belah pihak. Ijab merupakan pernyataan pihak pertama yang berkeinginan untuk berinvestasi. Sedangkan, qobul sendiri merupakan jawaban pihak kedua dari ijab yang sudah disebutkan oleh pihak pertama.

Baca Juga  Penting, Begini Rumus Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank

Semua peraturan mengenai investasi dengan sistem syariah sudah dirumuskan oleh Dewan Syariah Nasional dari Majelis Ulama Indonesia. Dimana peraturan ini menjadi dasar pengawasan OJK bagi para penyedia jasa investasi.

Untuk memilih investasi yang syariah, selain melihat apakah semua proses investasi dilakukan dengan cara syariah, Anda juga harus melakukan pengecekan apakah lembaga yang menjadi perantara investasi Anda sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

 

Jenis-Jenis Investasi Syariah

Investasi syariah terbaik memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah:

1. Obligasi Syariah atau Sukuk

Jenis investasi dengan sistem syariah yang pertama adalah sukuk atau obligasi syariah. Sukuk merupakan surat utang yang dikeluarkan dengan prinsip syariah. 

Mekanisme yang ditempuh dalam berinvestasi di obligasi syariah adalah pemberi pinjaman atau sebagai investor tidak akan menerima sejumlah bunga dari modal yang ditanamkan, melainkan mendapatkan imbalan dari hasil yang diperoleh dari pengelolaan dana obligasi syariah tersebut.

2. Reksadana Syariah

Jenis investasi dengan sistem syariah yang kedua adalah reksadana syariah dimana manajer investasi akan membantu investor dalam mengelola uangnya di beberapa instrumen investasi.

Instrumen investasinya seperti produk di pasar uang, saham, atau obligasi yang menjalankan prinsip syariah. Bagi Anda yang masih pemula dalam hal investasi, reksadana syariah bisa meminimalisir kerugian yang terjadi. Sehingga sangat cocok dilakukan bagi pemula.

3. Saham Syariah

Jenis investasi syariah online yang ketiga adalah saham syariah. Saham syariah merupakan pembelian surat berharga oleh investor kepada pihak yang menjual saham.

Uang yang diberikan oleh investor kepada penjual saham akan digunakan untuk operasional perusahaan. Kemudian, investor akan mendapatkan sejumlah uang dari bagi hasil atas penjualan barang atau jasa yang tidak melanggar syariah Islam oleh penjual saham.

4. Deposito Syariah

Jenis investasi dengan sistem syariah yang keempat adalah deposito syariah. Deposito syariah merupakan produk tabungan yang berjangka dimana disediakan oleh berbagai bank yang ada di Indonesia.

Baca Juga  Cara Menghitung Harga Wajar Saham untuk Pemula (Mudah!)

Investasi yang satu ini cukup banyak menjadi pilihan masyarakat Indonesia. Sistemnya adalah investor akan menyimpan sejumlah dana dan kemudian pihak bank akan mengelolanya sampai dengan batas waktu yang sudah dimusyawarahkan secara bersama.

Kemudian, investor akan mendapatkan keuntungan setiap bulannya berdasarkan persentase yang sudah didiskusikan dan disepakati sebelumnya oleh pihak investor dan bank dengan sistem bagi hasil.

Inilah yang membedakan antara investasi deposito syariah dan tradisional. Jika tradisional menggunakan sistem bunga, jika syariah menggunakan sistem bagi hasil dan uang yang dikelola dimasukkan pada usaha yang halal.

5. Investasi Emas Syariah

Jenis investasi syariah online kelima adalah investasi emas syariah. Emas sendiri merupakan investasi yang menjanjikan dan cocok digunakan oleh pemula karena investasi emas bisa naik setiap tahunnya.

Selain harganya yang naik setiap tahunnya, emas juga bisa dengan mudah diuangkan seperti di Pegadaian, bank syariah, toko emas, dan lain sebagainya.

Jika dalam investasi emas syariah, satu hal yang perlu diperhatikan adalah investasi tidak menggunakan sistem atau skema ponzi serta emas yang diinvestasikan benar adanya secara nyata.

 

Perbedaan Investasi Konvensional dan Syariah

Setelah membahas mengenai pengertian, cara kerja, dan jenis-jenis dengan sistem syariah. Berikutnya akan dibahas mengenai apa saja perbedaan investasi konvensional dan syariah. Beberapa perbedaannya diantaranya adalah:

1. Prinsip Akad

Hal pertama yang membedakan adalah berhubungan dengan akad. Jika investasi konvensional tidak menetapkan peraturan apakah kesepakatan yang dibuat di awal halal atau haram. 

Namun, jika investasi syariah akad berupa ijab dan qabul harus memenuhi prinsip akad sehingga dikatakan halal. Prinsip tersebut diantaranya adalah sewa menyewa (ijarah), kerjasama (musyarakah), dan bagi hasil (mudharabah).

2. Tujuan Berinvestasi

Hal kedua yang membedakan adalah tujuan melakukan investasi. Apabila dalam investasi konvensional tujuannya adalah memperoleh keuntungan sebesar besarnya. Sedangkan, investasi syariah lebih bertujuan pada Socially Responsible Investment atau SRI.

Baca Juga  IPOT VS Ajaib, Investasi Mana yang Cocok bagi Pemula?

Dimana SRI mengkombinasikan antara perolehan keuntungan yang semaksimal mungkin dengan kebijakan sosial yang berlaku.

3. Produk Yang Bisa DIinvestasikan

Hal ketiga yang membedakan adalah produk yang bisa diinvestasikan. Jika dalam investasi konvensional bisa menjangkau semua aspek bisnis yang sedang berjalan. Sedangkan investasi dengan sistem syariah jauh lebih sedikit dan terbatas.

Mengapa demikian? Karena investasi dengan sistem syariah hanya fokus pada produk barang atau jasa yang sesuai dengan syariat Islam saja.

4. Sistem Transaksi

Hal keempat yang membedakan adalah bagaimana sistem transaksi dijalankan ketika investasi dilakukan. Jika dalam investasi konvensional, mekanisme transaksi sangatlah terbuka bebas dan perputaran uang bisa kemana saja ke bisnis yang halal atau haram.

Sedangkan, investasi dengan sistem syariah semua unsur non halal yang mungkin muncul dalam investasi akan diseleksi dengan ketat. Sehingga uang investor hanya akan diputar untuk mendanai usaha yang halal saja.

Dan usaha-usaha yang haram seperti alkohol, rokok, makanan dan minuman haram dan lain sebagainya akan ditolak. Itulah perbedaan yang paling jelas antara investasi konvensional dan syariah.

Beberapa investasi syariah terbaik di atas bisa Anda coba baik untuk yang sudah expert atau yang masih pemula. Tetapi jika Anda belum memiliki modal untuk berinvestasi, maka gadaikendaraan.com bisa menjadi solusi terbaik Anda.

Gadai Kendaraan menjadi pilihan terbaik karena proses pengajuan pinjaman yang cepat, syarat yang mudah, memiliki jaringan terluas se Indonesia. Jadi, Anda bisa menggadaikan BPKB motor atau mobil Anda untuk melakukan investasi yang hasilnya jauh lebih menjanjikan.

*NB : Ini hanya merupakan edukasi, bukan ajakan untuk membeli satu produk investasi, pembaca diminta mempertimbangkan sendiri keputusan pembelian. Atur pundi tidak bertanggungjawab atas kerugian yg mungkin timbul.

Related Posts