Home Produk Keuangan Memahami Jenis-Jenis Kredit Agar Tak Salah Ambil Kredit!
jenis-jenis kredit

Memahami Jenis-Jenis Kredit Agar Tak Salah Ambil Kredit!

by Titis NP

Ketika membeli rumah atau mau memulai usaha, kredit atau pinjaman bank seringkali menjadi bagi solusi yang banyak dipilih. Namun, sebelum itu informasi mengenai jenis-jenis kredit harus dipahami dengan baik. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan mengambil kredit.

Umumnya, kredit ini dianggap sebagai solusi untuk orang yang belum mempunyai kemampuan finansial. Tetapi, kredit ini memang tidak bisa asal diberikan. Pihak bank akan melakukan penilaian terlebih dahulu mengenai kemampuan calon nasabah untuk membayar angsuran maupun bunga.

Jenis-Jenis Kredit

Kredit bisa dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kegunaan, tujuan, jangka waktu, dan agunan. Karena jenisnya cukup banyak, informasi ini tentunya akan sangat penting terutama bagi orang-orang yang akan mengambil kredit : 

1. Jenis Kredit Berdasarkan Kegunaannya

Kredit bisa dilihat dari kegunaannya, berikut ini beberapa jenis yang perlu diketahui:

  • Kredit Investasi

Kredit investasi adalah jenis yang banyak dilakukan sebagai kegiatan perusahaan. Contohnya, jenis investasi untuk membangun pabrik baru atau memperluas usaha. Masa pemakaian suatu periode kredit investasi juga relatif lebih lama daripada jenis lainnya.

  • Kredit Modal Kerja

Untuk mendukung kredit investasi yang telah ada, munculah kredit modal kerja. Umumnya, jenis ini dipakai untuk keperluan meningkatkan kegiatan produksi suatu perusahaan. 

Misalnya, untuk membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, atau biaya lainnya yang berhubungan dengan proses produksi suatu perusahaan.

  • Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Kredit Usaha Rakyat atau yang lebih dikenal sebagai KUR merupakan jenis pinjaman atau kredit program pemerintah untuk membantu UMKM dalam memperoleh modal usaha atau pembiayaan. KUR sudah hadir sejak tahun 2007 dan bisa dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu:

  • KUR Mikro. Jenis KUR yang diberikan untuk kebutuhan usaha rakyat. Fokusnya adalah untuk usaha kecil skala mikro. Permodalan maksimal yang diberikan adalah Rp25 juta.
  • KUR Ritel. Kredit ini merupakan pinjaman modal dengan nominal maksimal Rp500 juta.
  • KUR Penempatan TKI. Bantuan permodalan dari Pemerintah Indonesia kepada para TKI yang bekerja di luar negeri untuk digunakan sebagai modal awal. Besarnya bantuan KUR Penempatan TKI bisa mencapai Rp25 juta.
  • KUR Khusus. Jenis KUR ini adalah bantuan modal usaha untuk perkebunan rakyat, perikanan rakyat, dan peternakan rakyat. Besarnya bantuan yang diberikan mulai dari Rp25 juta sampai dengan Rp400 juta.
Baca Juga  Mengenal Apa Itu Obligasi: Jenis, Cara Kerja, dan Contohnya (Lengkap!)

Baca Juga : 15 Cara Mendapatkan Modal Usaha Untuk Bisnis Kecil Menengah

2. Jenis Kredit Berdasarkan Tujuannya

Selain dibagi berdasarkan kegunaan, kredit juga bisa bisa dibagi sesuai dengan tujuan, yaitu:

  • Kredit Produktif

Kredit produktif merupakan kredit yang digunakan secara khusus dengan tujuan peningkatan usaha, produksi, maupun investasi. Kredit produktif ini diberikan untuk bisa menghasilkan suatu produk, baik barang atau jasa.

  • Kredit Konsumtif

Jenis ini merupakan kebalikan dari kredit produktif. Kredit konsumtif digunakan secara pribadi untuk membiayai barang konsumtif. Beberapa bentuk kredit konsumtif, yaitu:

  • Kartu kredit. Kartu kredit adalah fasilitas pinjaman tanpa agunan untuk perorangan. Kartu kredit diterbitkan oleh bank setelah aplikasi permohonan kartu kredit yang diajukan oleh peminjam disetujui oleh bank.
  • Kredit perumahan. Fasilitas kredit yang dipakai untuk keperluan pembelian maupun pembangunan rumah tinggal, ruko, dan lainnya. Terdapat jaminan berupa suatu objek yang dibiayai oleh kredit tersebut.
  • Kredit mobil. Kredit untuk tujuan pembelian kendaraan, baik kendaraan beroda 2 atau 4. Jaminannya adalah kendaraan bermotor yang dibiayai menggunakan kredit tersebut.
  • Kredit multiguna. Fasilitas kredit untuk berbagai macam keperluan dengan sifat konsumtif. Jaminannya adalah tanah dan lainnya

Baca Juga : Mengenal Kredit Multiguna Lebih Dalam Beserta Syaratnya

  • Kredit Perdagangan

Kredit perdagangan dapat dijelaskan sebagai kredit yang dipakai untuk tujuan berdagang ataupun membeli barang dagangan. Pembayaran kredit berasal dari hasil penjualan barang. 

Baca Juga  Pinjaman Modal Usaha BCA Syarat dan Cara Pengajuannya!

Umumnya, kredit ini diberikan kepada supplier atau agen pedagang untuk melakukan pembelian dalam jumlah tertentu.

Baca Juga : 5 Perbedaan Kartu Debit dan Kredit Secara Umum yang Perlu Diketahui!

3. Jenis Kredit Berdasarkan Jangka Waktu

Berikut ini macam kredit berdasarkan jangka waktu, yaitu:

  • Kredit Jangka Pendek

Kredit jangka pendek adalah kredit dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun atau waktu paling lama 1 tahun. Biasanya, kredit ini dipakai untuk kebutuhan modal kerja.

  • Kredit Jangka Menengah

Kredit jangka menengah memilih jangka waktu kredit antara 1-3 tahun. Kredit jangka menengah juga biasanya diberikan untuk keperluan modal kerja.

  • Kredit Jangka Panjang

Jangka waktu dari kredit jangka panjang pastinya lebih lama daripada kedua jenis sebelumnya. Masa angsuran atau pengembalian untuk jenis ini yaitu lebih dari 3-5 tahun. Umumnya, kredit jangka panjang dipakai untuk keperluan investasi jangka panjang. 

Misalnya, untuk membiayai perkebunan karet atau sawit. Kredit ini juga bisa dipakai untuk keperluan konsumtif, seperti kredit perumahan.

Baca Juga : Cari Pinjaman Uang Mudah untuk Kebutuhan Pribadi dan Modal Usaha

4. Jenis Kredit Berdasarkan Jaminan/Agunan

Banyak dari kredit memiliki syarat untuk peminjaman, salah satunya adalah agunan atau jaminan. Berikut kredit dilihat dari segi jaminan atau agunan, yaitu:

  • Kredit dengan Agunan

Kredit dengan agunan atau jaminan adalah kredit yang diberikan dengan suatu jaminan. Jaminan tersebut bisa berbentuk barang yang berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kredit yang dikeluarkan oleh bank atau pihak lain akan dilindungi senilai dengan jaminan yang diberikan.

  • Kredit Tanpa Agunan

Kredit tanpa agunan bisa diartikan sebagai kredit yang diberikan tanpa mengharuskan ada jaminan berupa aset maupun harta. 

Pihak peminjam akan mendapatkan dana pinjaman tanpa harus menyerahkan BPKB, sertifikat rumah, dan lainnya yang dipakai untuk jaminan saat mengambil pinjaman.

Baca Juga  Tabungan Emas Antam vs Pegadaian : Mana yang Lebih Menguntungkan?

Baca Juga : Penting, Begini Rumus Cara Menghitung Bunga Pinjaman Kredit Bank

Tahapan Mengajukan Pinjaman

Ketika mengajukan pinjaman, tidak semua orang memang akan diterima pengajuannya oleh bank. Setiap bank juga memiliki tata cara masing-masing untuk keperluan pengajuan kredit. Berikut adalah prosedur pengajuan kredit secara umum, yaitu:

  • Calon nasabah mengajukan permintaan kredit. Hal ini juga termasuk proses wawancara calon nasabah dengan petugas bank.
  • Melakukan beberapa pemeriksaan atau peninjauan kelayakan untuk pemberian kredit. Caranya adalah dengan pengumpulan data, penilaian, dan pemeriksaan on the spot.
  • Keputusan kredit. Tahapan ini dilakukan untuk menentukan apakah kredit layak diberikan atau tidak.
  • Proses akad kredit atau penandatanganan perjanjian. Sebelum pencairan kredit, calon nasabah perlu menandatangani akad kredit dulu.
  • Realisasi yang diberikan setelah proses tanda tangan surat-surat yang dibutuhkan. Caranya adalah dengan membuka rekening tabungan atau giro di bank yang bersangkutan.

Baca Juga : Daftar Tabel Angsuran Gadai BPKB Mobil Terbaru 2021

Sebelum proses pengajuan pinjaman, calon nasabah perlu memenuhi persyaratan yang diminta oleh bank, misalnya syarat administrasi umum dan khusus. Ada banyak orang yang juga gagal ketika proses pengajuan pinjaman. 

Karena hal tersebut, calon nasabah tentunya harus bisa mempersiapkan diri dengan baik. Adapun pertimbangan yang dilakukan dalam kelayakan pemberian kredit menggunakan prinsip 5C. Prinsip 5C yang dimaksud, yaitu character, capital, capacity, collateral, dan condition. 

Tidak hanya itu saja, calon nasabah yang sudah pernah meminjam sebelumnya juga harus memiliki riwayat peminjaman yang baik. Jangan sampai telat melakukan pembayaran kredit karena hal ini akan berpengaruh untuk pengajuan kredit lainnya yang akan dilakukan.

Pemahaman mengenai jenis-jenis kredit memang sangat penting. Jangan sampai mengambil kredit tanpa tahu kredit tersebut kegunaannya untuk apa, jangka waktu pembayaran yang tidak jelas, dan sebagainya. Pasalnya, masih ada banyak orang yang tertipu dengan kredit tidak jelas.

Baca Juga : 10+ Pinjaman Online Terbaik dan Terpercaya, Langsung Cair!

Related Posts