Home Perencanaan Keuangan Literasi Finansial : Pengertian, Macam dan Contohnya!
literasi finansial

Literasi Finansial : Pengertian, Macam dan Contohnya!

by Titis NP

Literasi finansial mungkin masih sesuatu yang baru bagi sebagian besar masyarakat. Karena hal-hal yang terkait dengan finansial seperti saham ataupun melakukan budgeting masih baru saja muncul dan menjadi trending.

Padahal, memahami literasi keuangan adalah sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh diabaikan begitu saja. Karena jika sampai melakukan kesalahan keuangan yang dimiliki oleh seseorang akan berantakan.

Itulah kenapa, tidak ada salahnya untuk memahami literasi terkait finansial ini secara menyeluruh. Dengan begitu, berbagai masalah keuangan bisa dicegah bahkan bisa melakukan investasi ke berbagai sektor.

Pengertian Literasi Finansial

Literasi finansial adalah kemampuan yang dimiliki oleh suatu individu dalam hal keuangan. Kemampuan ini cukup bervariasi mulai dari kemampuan untuk melakukan manajemen dengan baik hingga kemampuan untuk mengembangkan dana yang dimiliki.

Dengan literasi yang sangat baik maka keuangan yang dimiliki oleh seseorang akan mengalami pertumbuhan. Selain itu, jika mereka memiliki utang bisa dengan mudah untuk dibayarkan dan tidak akan terus menumpuk.

Itulah kenapa, disarankan untuk selalu memperhatikan hal ini dengan baik. Karena dengan literasi yang baik maka seseorang bisa mendapatkan kebebasan finansial di masa depan.

Bahkan bukan tidak mungkin jika seseorang bisa mendapatkan aset dalam jumlah yang sangat banyak. Nantinya, aset ini bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan mulai dipakai untuk dana pensiun hingga diwariskan.

Contoh Literasi Finansial

Berikut beberapa contoh literasi finansial yang biasanya harus didapatkan oleh semua orang. Pengen belum menikah ataupun sudah menikah bisa mendapatkan literasi ini.

Baca Juga  Cara Mendapatkan Uang 1 Juta Dalam Sehari Tanpa Modal!

1. Cara Kelola Utang

Salah satu contoh dari literasi keuangan adalah bisa mengetahui bagaimana cara mengelola utang. Pengelolaan ini sangat penting agar hutang yang dimiliki oleh seseorang tidak akan terus bertambah.

Artinya mereka harus mengetahui kemampuan diri untuk membayar utang tersebut. Apabila tidak memiliki kemampuan itu, berarti tidak bisa mengambil hutang apalagi bersifat konsumtif.

2. Buat Perencanaan Keuangan

Selanjutnya adalah mengetahui bagaimana membuat perencanaan keuangan yang baik. Karena perencanaan keuangan yang baik ini akan menentukan apakah seseorang bisa berjalan dengan lancar atau tidak.

Biasanya perencanaan ini berhubungan dengan budgeting. Seseorang harus tahu bagaimana untuk mengelompokkan uang sesuai dengan kebutuhan agar semua post yang membutuhkan uang terpenuhi.

3. Cara Menabung yang Baik

Memahami cara menabung yang baik juga harus benar-benar diterapkan. Karena jika seseorang tidak bisa menabung dengan baik, kemungkinan besar tidak akan memiliki dana cadangan di masa depan.

Selain itu, mereka juga harus mengetahui kira-kira harus menabung dengan jenis apa. Karena ada cukup banyak produk perbankan yang saat ini bisa didapatkan mulai dari tabungan berjangka hingga tabungan biasa.

4. Melakukan Investasi Masa Depan

Selanjutnya adalah bisa melakukan investasi untuk masa depan. Investasi untuk masa depan ini tidak hanya dilakukan dengan menabung saja tetapi juga bisa dengan metode yang lain.

Berapa metode yang mungkin bisa digunakan ketika akan melakukan investasi adalah dengan membeli saham atau bisa juga menggunakan reksadana. Selain itu bisa juga membeli emas batangan.

5. Memahami Kondisi Ekonomi Menyeluruh

Terakhir dan tidak kalah penting adalah bisa memahami kondisi ekonomi secara menyeluruh. Memahami ekonomi secara menyeluruh ini sangat penting agar memudahkan seseorang untuk mengambil tindakan.

Misal dengan kondisi ekonomi yang baik mereka bisa membeli apapun sesuai dengan keinginan. Namun, dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu mereka lebih memilih untuk menabung.

Baca Juga  Faktor Penyebab Perusahaan Bangkrut

Macam-macam Literasi Finansial

Untuk macam-macam literasi finansial bisa disimpan di bawah ini. Biasanya akan ada beberapa penyuluhan atau seseorang bisa belajar secara langsung.

1. Belajar dari Kursus 

Biasanya seseorang mempelajari literasi tentang finansial secara langsung dengan belajar dari kursus. Saat ini, ada cukup banyak kursus yang menyediakan materi berhubungan dengan literasi, termasuk finansial ataupun keuangan.

Secara langsung, nantinya ilmu bisa diterapkan pada diri sendiri. Selain itu, jika memiliki perusahaan juga bisa diterapkan secara langsung pada perusahaan itu agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

2. Belajar Otodidak

Berapa orang juga ada yang belajar secara otodidak. Artinya jika belajar secara abadi dan akan lebih mudah untuk mendapatkan materi-materi yang memang lebih sesuai dengan keinginan.

Sayangnya, jika belajar secara otodidak harus memilih materi yang paling tepat. Artinya, materi tidak bisa dipilih secara sembarangan atau memilih materi yang tidak kredibel sumbernya.

3. Penyuluhan

Penyuluhan terkait dengan hal ini juga sering sekali diberikan. Biasanya bisa dalam bentuk seminar atau pelatihan singkat untuk memberikan kesadaran terhadap bisnis dan keuangan.

Penyuluhan ini sangat penting karena biasanya akan menjangkau banyak lapisan masyarakat. Jika masyarakat semakin sadar dengan pengaturan pada finansialnya, kemungkinan untuk mendapatkan kerugian akan kecil.

4. Menggunakan Aplikasi 

Selanjutnya bisa menggunakan aplikasi tertentu. Saat ini sudah cukup banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk mempelajari hal-hal seputar finansial. Bahkan, besar juga sekaligus melakukan investasi.

Manfaat Literasi Finansial

Secara umum manfaat yang didapatkan dari menjalankan literasi keuangan bisa disimak di bawah ini. Jadi, seseorang bisa memanfaatkannya dengan baik.

1. Bebas Utang

Salah satu manfaat dari literasi terkait ilmu finansial adalah bisa terbebas dari utang. Karena mau bagaimanapun, apabila seseorang memiliki hutang dalam jumlah yang banyak mereka tidak bisa hidup dengan tenang.

Selain itu, berbagai hal juga akan cukup merepotkan karena utang juga akan terus bertambah. Itulah kenapa, selalu disarankan untuk selalu menerapkan manajemen keuangan dengan sangat baik.

Baca Juga  7 Asuransi Pendidikan Anak Terbaik di Indonesia (Lengkap!)

2. Keuangan Membaik 

Selanjutnya adalah keuangan yang dimiliki oleh individu akan meningkat dengan sendirinya. Biasanya keuangan yang dimiliki oleh seseorang akan pas-pasan sehingga mereka tidak bisa menabung dan hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dengan keuangan yang cukup membaik ini, seseorang bisa dengan mudah untuk melakukan apapun. Mereka bisa membeli kebutuhan yang diinginkan atau bisa juga melakukan investasi.

3. Passive Income

Dengan kondisi keuangan yang cukup membaik, bukan tidak mungkin seseorang bisa mendapatkan pasif income. Salah satunya adalah pendapatan pasif yang bisa didapatkan dari berbagai investasi yang sudah pernah dilakukan.

Tanpa melakukan aktivitas secara aktif, pendapatan bisa mengalami kenaikan. Ini akan membuat seseorang menjadi lebih mudah untuk melakukan pengelolaan keuangan serta bisa memiliki financial freedom di masa depan.

4. Uang Pensiun Cukup

Selanjutnya bisa mendapatkan uang pensiun yang cukup. Nantinya uang pensiun yang cukup ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal termasuk bisa digunakan untuk bersantai-santai di hari tua.

Beberapa orang juga bisa mengandalkan dana ini untuk diberikan kepada anak atau cucu mereka. Artinya di masa depan mereka bisa memiliki kehidupan yang jauh lebih layak.

5. Punya Aset Besar

Selanjutnya memiliki aset dalam jumlah yang sangat banyak. Aset adalah sesuatu yang sangat penting baik dalam bentuk digital maupun aset lainnya seperti properti atau dalam bentuk saham.

Nantinya aset ini bisa digunakan di masa depan apabila memang sedang membutuhkannya. Aset bisa diwariskan kepada anak ataupun cucu. Selain itu aset juga bisa memberikan penghasilan pasif sehingga tidak perlu bekerja di hari tua.

Memahami literasi keuangan ataupun literasi finansial sangat penting. Itulah kenapa, sekarang mulai digalakkan untuk melakukan investasi agar di kemudian hari tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan kehidupan.

Related Posts