Home Bisnis 15 Cara Mendapatkan Modal Usaha Untuk Bisnis Kecil Menengah
modal usaha

15 Cara Mendapatkan Modal Usaha Untuk Bisnis Kecil Menengah

by Titis NP

Cara Mendapatkan Modal Usaha – Usaha kecil dan menengah adalah indikator kemajuan perekonomian suatu negara. Di Indonesia sendiri, ada 64 juta UMKM pada 2020. Dan jumlah ini bertambah pesat ketika masa pandemi, karena banyak karyawan yang terkena PHK, dan beralih menjadi pengusaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

Salah satu faktor yang menjadi penentu bagi bisnis UMKM, adalah kemampuan mendapatkan modal usaha. Berikut cara mendapatkan modal usaha untuk bisnis kecil menengah :

15 Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Bisnis Kecil Menengah

1. Tabungan

Salah satu sumber permodalan terbaik untuk usaha bisnis kecil menengah adalah dari tabungan pribadi. Terutama untuk modal awal usaha, dimana saat mulai berusaha, adalah masa paling kritis dalam perjalanan bisnis. Sehingga tabungan pribadi adalah alternatif terbaik, karena tidak memerlukan bagi hasil ataupun bunga. Karena itu, bila Anda adalah karyawan yang ingin beralih profesi ke pengusaha, pastikan Anda selalu menabung minimal 10% dari penghasilan Anda, berapapun income Anda.

banner modal usaha gadai kendaraan

2. Pesangon / BPJS Tenaga Kerja

Bila kita adalah karyawan yang beralih profesi menjadi pengusaha, saat kita keluar / mengundurkan dari tempat bekerja, dan beruntung mendapat pesanggon, itu adalah salah satu modal awal untuk usaha terbaik yang bisa didapat. Tentu tidak semua mendapatkan keberuntungan seperti ini, tapi setidaknya kita mungkin masih memiliki tabungan di BPJS Tenaga Kerja yang bisa dicairkan juga untuk modal usaha.

Baca Juga : Cari Modal Usaha Gratis? Berikut Cara dan Tips Mendapatkannya!

3. IMF

IMF adalah singkatan dari Istri, Mertua, dan Famili. Maksudnya di sini adalah keluarga dekat kita, bila keluarga kita memiliki modal dan ingin berinvestasi di perusahaan kita, ini adalah sesuatu keberuntungan bagi kita. Ini adalah sumber modal usaha yang tidak memberatkan kita, hanya memang ini ada faktor tanggung jawab yang besar, karena kalau kita salah dalam berbisnis, dan mengakibatkan kehilangan modal, hubungan baik bisa rusak. Keuntungan lain adalah, dengan membantu modal kita, biasanya IMF juga membantu kita mencarikan customer bila memungkinkan, karena IMF juga ingin kita berkembang dan bisa mengembalikan modal usaha yang dipinjamkan ke kita.

Baca Juga : 10 Rekomendasi Usaha Modal 10 Juta Terbaik dan Menguntungkan

4. Investor

Selain IMF / Keluarga, kita juga bisa membentuk investor club, dan mendapat modal usaha dari kelompok investor ini. Bentuknya bisa berupa pinjaman, ataupun saham. Tentu pinjaman bisa dikembalikan dengan cara hitung bunga ataupun bagi hasil sesuai kesepakatan. Sementara saham tentu berupa bagi hasil, tapi bisa saham jangka pendek, ataupun saham jangka panjang. Investor ini bisa dari Teman, Saudara, ataupun Rekan Kerja. Untuk mendapatkan investor, kita perlu membangun kepercayaan, karena itu, mulai dari sekarang, kita harus selalu menjaga nama baik dan reputasi kita. Karena nama baik dan reputasi adalah aset yang tak terlihat, dan tak ternilai harganya. Orang yang sudah dipercaya, bisa dengan mudah mendapat modal milyaran rupiah dari investor-investor, bahkan dengan tanpa jaminan, sementara orang yang sudah cacat nama baiknya, kesulitan mendapat permodalan ratusan ribu rupiah.

Baca Juga  10+ Ide Peluang Bisnis di Masa Pandemi yang Menguntungkan

5. Pinjol

Pinjaman online (pinjol) adalah salah satu alternatif di era modern ini. Nilainya bisa bervariasi dari jutaan, hingga milyaran. Bentuknya bisa pinjaman konsumtif, pembiayaan investasi, bahkan hingga pembiayaan piutang. Nilai bunganya juga bervariasi dari 10% / tahun, hingga 0,8% / hari. Walaupun terlihat mudah, sama seperti permodalan lainnya, harus benar-benar dipelajari ketentuannya. Karena bila tidak benar-benar memahami, bisa menjadi bumerang bagi kita, pemilik UMKM. Pilihlah pinjol yang sudah mendapat izin dari OJK secara resmi.

Baca Juga : 10+ Pinjaman Online Terbaik dan Terpercaya, Langsung Cair!

6. Urun Dana

Ini juga adalah produk baru yang berbasis teknologi. Dengan kemajuan teknologi, maka sistem ini menjadi mudah, dan bisa dijangkau oleh banyak orang. Ada 2 tipe urun dana, yaitu ECF (equity crowd funding), dan SCF (securities crowd funding). ECF lebih mirip penjualan saham UMKM kita, ke masyarakat, sementara SCF lebih mirip ke pinjaman dari masyarakat ke UMKM kita. Hal ini telah diatur oleh POJK NOMOR 57 /POJK.04/2020. Tentang penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi.

Baca Juga : 10+ Ide Peluang Bisnis di Masa Pandemi yang Menguntungkan

7. Keuntungan perusahaan

Tidak hanya dari pinjaman atau dari pemegang saham, UMKM juga bisa memanfaatkan keuntungan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya. Bila kita selalu memantau laporan keuangan perusahaan, dan di neraca terlihat adanya laba ditahan. Nah, laba ditahan ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM kita daripada menganggur.

Baca Juga : 15 Ide Usaha Modal 2 Juta yang Menjanjikan dan Paling Laris Saat Ini

8. Supplier

Ini adalah alternatif permodalan terbaik bagi UMKM yang jeli, yaitu mendapatkan permodalan dari supplier. Caranya macam-macam, mulai dari pembayaran barang yang mundur / tidak tunai di depan, atau cara lain adalah konsinyasi. Ini adalah salah satu alternatif permodalan terbaik, karena dengan tipe permodalan ini, UMKM tidak perlu pusing memikirkan permodalan setiap kali perusahaan harus berkembang. Barang dagangan didapat dengan pembayaran di belakang. Misal, UMKM kita menjual baju, kita membeli baju untuk barang dagangan tersebut dengan pembayaran mundur 1 bulan di belakang. Maka bila kita bisa menjual baju barang dagangan itu lebih cepat dari 1 bulan, dan mendapat pembayarannya, maka kita tidak perlu permodalan tambahan, karena kita barang dagangan diperoleh tanpa modal, dan ketika jatuh tempo, uang pembayaran dari penjualan barang tersebut sudah tersedia. Biasanya fasilitas pembiayaan dari supplier ini terjadi bila barang tersebut masih baru diperkenalkan ke pasar, atau barang tersebut termasuk barang slow moving, ataupun karena hubungan baik dengan supplier. Misal supplier tersebut adalah saudara / kenalan baik kita. Perbedaan pembayaran barang mundur / TOP (Term of Payment) dengan konsinyasi adalah TOP begitu barang dikirim, menjadi tanggung jawab kita, termasuk bila tidak laku ataupun kadaluarsa, tetap harus dibayar sesuai jangka TOP, misal 1 bulan. Pada konsinyasi, barang tetap milik supplier, tapi dititipkan di toko kita, sehingga tidak laku ataupun kadaluarsa menjadi tanggung jawab supplier, dan kita tidak perlu membayar tagihannya. Pengembangan dari TOP & Konsinyasi ini adalah sistem kredit barang dagangan tanpa bunga. Jadi barang dikirim ke toko kita, dan menjadi tanggung jawab kita, tapi baru dibayarkan kapanpun ketika barang laku. Kerusakan, kecurian, dan kadaluarsa menjadi tanggung jawab toko.

Baca Juga  Peluang Kerja dari Rumah dan Hasilkan Banyak Uang

Baca Juga : Cara Daftar Bantuan Modal Usaha UMKM Online dan Syaratnya (Lengkap!)

9. Toko Sebelah

Selain  permodalan dari supplier, ada juga sistem meminjam barang dari toko sejenis, misal dalam contoh UMKM baju di atas, kita meminjam barang dari toko sebelah, kita jual, lalu uangnya kita setorkan ke toko sebelah sebagai pembayaran barang dagangan tersebut. Dan kita mendapat keuntungan / selisih dari transaksi tersebut, tanpa perlu mengeluarkan modal untuk barang dagangan, istilah kerennya sekarang adalah dropshipper.

Baca Juga : 7 Ide Usaha Modal 5 Juta yang Menguntungkan Bagi Pebisnis Pemula

10. Customer

Selain permodalan dari supplier, kita juga bisa mendapat permodalan dari customer. Istilahnya customer bayar dimuka. Jadi customer membayar sebelum barang datang. Biasanya ini terjadi pada barang yang sangat laku, sehingga customer beramai2 menaruh uang di muka, agar bisa mendapat barang tersebut, sebelum orang lain. Tapi bisa juga terjadi pada usaha-usaha yang nature bisnisnya seperti itu, misal tour perjalanan wisata. Pada bisnis tour perjalanan wisata, peserta, harus sudah membayar di muka sebelum keberangkatan, bahkan sering uang muka sudah disetor beberapa bulan sebelum hari keberangkatan. Kadang juga pelunasannya. Harus diingat, bila melakukan alternatif permodalan ini, maka kita harus bisa memisahkan uang customer dengan uang pribadi. Jangan sampai terjadi masalah, karena kita mencampur aduk uang customer dengan uang kita, lalu kita memakai uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Hal ini beberapa kali terjadi pada beberapa bisnis, dan sangat merugikan customer, dan bisa berujung ke pengadilan / kasus hukum.

11. Keagenan

Mirip dengan permodalan dari supplier, maka tipe ini, kita hanya menjualkan barang supplier, dan kita tidak bertanggung jawab dengan pengiriman barang. Cara ini bisa menurunkan banyak kebutuhan modal, karena tidak diperlukan permodalan, cukup bermodal jaringan, dan kemampuan kita mendistribusikan barang dagangan ini. Pada tipe ini ada tiket transportasi, mesin-mesin besar, dan barang-barang digital tanpa fisik.

Baca Juga : 10 Ide Usaha Jualan di Mobil Paling Laris Untung Besar

12. Inventori

Inventori / stok barang dagangan, adalah alternatif permodalan juga. Bila terjadi penumpukan barang dagangan, maka bisa dijual, dan dijadikan tambahan permodalan. Kerugian akibat penumpukan inventori ini adalah barang dagangan bisa rusak / expired, bisa juga ketinggalan jaman, sehingga harga-nya turun, apalagi pada barang-barang teknologi seperti komputer yang cepat sekali siklus penurunan harganya. Kerugian lain dari penumpukan inventori ini adalah butuh biaya dan tempat untuk menyimpan, dan menghabiskan modal. Dengan menjual barang-barang inventori yang tidak laku, kita bisa menyehatkan kondisi keuangan kita, memperoleh ruang baru untuk menyimpan barang dagangan selanjutnya, dan memperoleh uang segar untuk permodalan.

Baca Juga  Rasio Likuiditas: Pengertian, Jenis, Contoh & Cara Menghitungnya!

13. Bantuan Pemerintah

Pemerintah melalui instansi-instansinya menyediakan bantuan permodalan untuk UMKM, misal LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) UMKM, yang dibentuk dengan dibentuk dengan Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor 19.4/Per/M.KUMKM/VIII/2006 tanggal 18 Agustus 2006. Untuk mendapatkan bantuan permodalan murah dari pemerintah melalui LPDB ini, silakan ke website LPDB dan mengajukan melalui LPDB tersebut.

Baca Juga : 10 Ide Usaha Kecil Modal Terjangkau

14. Bank

Perbankan, baik Bank Asing, Bank Swasta nasional, Bank BUMN, Bank BPD, dan BPR merupakan salah satu altenatif untuk mendapatkan permodalan. Produk perbankan untuk permodalan ini bermacam-macam, mulai dari kredit investasi, kredit modal kerja, kredit multiguna, KUR, hingga jenis-jenis permodalan lainnya. Setiap bank mempunyai syarat, ketentuan, dan harga yang berbeda-beda, termasuk juga jangka waktu pengembalian. Permodalan ini adalah salah satu permodalan favorit, karena jumlah permodalan yang bisa sangat besar. Bahkan perusahaan-perusahaan besar ataupun konglomerat, banyak yang bertumpu ke pembiayaan dari perbankan ini. Kelebihan perbankan selain jumlah yang tak terbatas, adalah kepastian hukumnya, karena perjanjiannya yang sudah jelas, tertulis, dan sudah diatur dengan ketat hukumnya.

15. Leasing

Selain perbankan, lembaga pembiayaan yang sering disebut leasing ini, juga merupakan alternatif bagi UMKM untuk mendapat permodalan. Biasanya diperlukan jaminan untuk mendapat permodalan di sini, dan jaminan yang paling favorit di leasing ini adalah BPKB Mobil / Motor. Sehingga kendaraannya tetap dapat dioperasikan / dipakai bisnis oleh kita, pelaku UMKM, tapi kita juga mendapat permodalan. Salah satu keunggulan leasing dibanding bank adalah kecepatan proses, dan jaringannya hingga kota – kota kecil. Karena banyaknya leasing, maka diperlukan pemahaman secara mendalam sebelum mengambil keputusan leasing mana yang cocok untuk kita. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih leasing yang cocok untuk kita, mulai dari bunga, jangka waktu, asuransi, biaya-biaya, nilai pencairan, hingga jaminan yang dibutuhkan.

Baca Juga : 9 Peluang Usaha Modal Kecil Profit Besar

Selain pilihan-pilihan di atas, tentu masih banyak alternatif-alternatif lain sesuai kreatifitas kita. Hanya perlu diingat, bahwa permodalan yang bersifat pinjaman, hanya cocok untuk pengembangan usaha, bukan untuk memulai usaha. Mulailah dari kecil, hingga kita menemukan pola terbaik di bisnis kita, baru kita tumbuh dengan kecepatan maksimal dengan pinjaman, bila dibutuhkan.

Related Posts