Home Perencanaan Keuangan Perencanaan Keuangan: Definisi, Tujuan, dan Tips Membuatnya
perencanaan keuangan adalah

Perencanaan Keuangan: Definisi, Tujuan, dan Tips Membuatnya

by Titis NP

Orang yang memiliki perencanaan keuangan dapat menikmati masa muda yang menyenangkan dan tetap bahagia di hari tua dalam kondisi finansial yang sudah stabil, bahkan ketika harga kebutuhan sehari-hari terus meningkat setiap tahunnya. Hampir setiap orang memimpikan hidup bahagia seperti ini, bukan? 

Namun jangan khawatir, hidup indah bak di negeri dongeng ini bukan sekedar mimpi belaka. Pasalnya, benar-benar dapat diwujudkan dengan rencana keuangan yang matang untuk saat ini, masa depan, dan bahkan untuk keadaan tak terduga yang bisa menelan banyak dana.

Definisi Rencana Keuangan

Financial planning alias perencanaan keuangan adalah suatu dokumen yang berisi situasi keuangan saat ini dan tujuan moneter jangka panjang, serta strategi terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. 

Jika dianalogikan, rencana keuangan merupakan sebuah roadmap/peta yang bertindak sebagai panduan saat menjalani perjalanan hidup dan untuk mencapai tujuan keuangan yang baik di masa depan.

Rencana keuangan ini dapat dibuat secara mandiri atau pun dengan bantuan perencana keuangan ahli, dan rencana keuangan ini tidak hanya untuk keuangan seseorang atau pribadi, tapi juga untuk keuangan rumah tangga dan bisnis atau perusahaan. 

Proses pembuatan rencana keuangan sendiri dimulai dengan evaluasi menyeluruh dari keadaan keuangan saat ini melalui perhitungan kekayaan bersih dan arus kas. Dilanjutkan dengan membuat daftar harapan/target/impian untuk masa depan, dan diakhiri dengan sebuah strategi.

Kekayaan bersih tadi termasuk rumah dan kendaraan yang dimiliki (seperti motor, sepeda, mobil atau lainnya), sejumlah uang tunai di rekening bank, mungkin juga uang yang diinvestasikan, dan benda berharga lain apa pun yang dimiliki misalnya emas batangan, koin emas, berlian, dan sebagainya.

Baca Juga  Mengenal Frugal Living: Tips Hidup Hemat yang Bisa Diterapkan

Rumus untuk menghitung kekayaan bersih adalah menghitung total aset dikurangi total kewajiban. Maksud dari kewajiban di sini mungkin termasuk hutang kartu kredit, hipotek yang belum dibayar, kredit rumah atau mobil, dan sebagainya.

banner dana darurat gadai kendaraan

Tujuan Perencanaan Keuangan

  • Meningkatkan Tabungan

Sebagian orang mungkin dapat menghemat uang tanpa memiliki rencana keuangan, namun mungkin bukan cara yang paling efisien untuk mengelola keuangan dan mencapai impian masa depan.

Saat seseorang membuat rencana keuangan, tanpa disadari orang tersebut akan mengetahui lebih banyak hal yang selama ini tidak pernah diperhatikan di bagian pengeluarannya.

Misalnya ada beberapa barang yang sebenarnya kurang atau bahkan tidak penting yang sering dibeli, sehingga membuat gaji lebih cepat habis sejak pertengahan bulan. 

Jika hal semacam ini terjadi, maka pengeluaran tidak penting tersebut harus dikurangi atau bahkan dihentikan. Semakin banyak pengeluaran tidak penting yang dikurangi, maka secara otomatis semakin banyak uang yang bisa ditabung dalam jangka panjang.

Baca Juga : Ini Contoh Perencanaan Keuangan, Bisa Untuk Pribadi dan Keluarga

  • Memiliki Standar Hidup yang Lebih Baik

Kebanyakan orang berasumsi bahwa mereka harus mengorbankan standar hidup saat memiliki tagihan/cicilan bulanan dan pembayaran wajib lain apapun itu. 

Namun sebaliknya, dengan rencana keuangan yang baik, setiap orang tidak perlu mengorbankan standar hidup karena pemasukan dan pengeluaran sudah direncanakan sedemikian rupa. 

Bersamaan dengan standar hidup yang lebih baik, tidak menutup kemungkinan bahwa tujuan atau impian jangka panjang tadi juga bisa dicapai.

  • Lebih Siap untuk keadaan Tak Terduga/Darurat

Membuat dana darurat adalah aspek terpenting dari sebuah rencana keuangan. Dana darurat ini bisa dikumpulkan dari sebagian uang gaji setiap bulan, dan bisa dipakai saat terjadi keadaan darurat pada diri sendiri, anggota keluarga lain, atau bahkan saat tiba-tiba kehilangan pekerjaan. 

Sejauh ini semuanya mungkin tampak baik-baik saja dan berjalan sesuai rencana. Namun yang perlu diingat adalah masa depan itu penuh dengan ketidakpastian, dan apa pun bisa terjadi kapan saja. Jadi, sangat penting untuk mempersiapkan dana darurat sejak sekarang.

  • Mengatasi Inflasi

Mungkin pernah mendengar kakek atau nenek berkata, “Dulu barang ini sangat murah harganya, hanya sekitar Rp 5.000, dan sekarang sudah Rp 35.000”. Sekitar tahun 2000, harga tiket konser hanya sekitar Rp 20.000, bukan ratusan ribu seperti sekarang ini. 

Baca Juga  11 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros!

Demikian juga dengan harga tiket film, bensin, pakaian, dan barang-barang lainnya. Adapun fenomena kenaikan harga dengan jangka waktu bertahun-tahun disebut dengan inflasi. 

Salah satu kunci hidup bahagia di masa depan termasuk tetap aman saat terjadi inflasi adalah memiliki investasi, dan untuk melakukannya dibutuhkan rencana keuangan yang matang. 

  • Menciptakan Masa Tua yang Bahagia

Bayangkan setelah pensiun nanti bisa menikmati lebih banyak waktu bersama keluarga, melakukan hal-hal yang selama ini tidak bisa dilakukan karena sibuk bekerja, traveling keliling dunia, dan sebagainya.

Tapi ada satu pertanyaan penting yang perlu dijawab, “Bagaimana mendanai semua pengeluaran tersebut? Bukankah untuk melakukannya harus memiliki jumlah uang yang cukup?” Jawabannya adalah buat rencana keuangan yang dapat memberikan pendapatan rutin pasca pensiun.

Baca Juga : Pengertian Dana Pensiun, Fungsi, Manfaat dan Panduan Cara Menghitung Dana Pensiun

Tips Perencanaan Keuangan

Secara garis besar, pentingnya perencanaan keuangan adalah untuk membantu mengendalikan pendapatan, pengeluaran, dan investasi, sehingga kondisi keuangan selalu dalam keadaan baik dan akhirnya dapat mencapai tujuan masa depan.

Adapun contoh perencanaan keuangan ada banyak sekali di internet. Namun kadang melihat contoh saja tidak cukup. Berikut adalah tips membuat rencana keuangan yang baik:

  • Pahami Situasi Keuangan Saat Ini

Tentukan dulu status keuangan saat ini, berapa pendapatan, pengeluaran, utang, tabungan, dan investasi yang dimiliki. Langkah pertama ini akan memberi pemahaman yang baik tentang keadaan keuangan saat ini dan cara-cara untuk meningkatkannya.

  • Tuliskan Tujuan Keuangan Masa Depan

Tanyakan pada diri sendiri tentang apa saja tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam hidup. Tulis seluruh daftar tersebut di selembar kertas, dan jangan ragu untuk menulis tujuan apapun karena tidak ada tujuan yang terlalu kecil atau terlalu besar. 

Baca Juga  Cari Pinjaman Uang Mudah untuk Kebutuhan Pribadi dan Modal Usaha

Namun, pastikan bahwa tujuan tersebut cukup spesifik. Misalnya, ingin membeli mobil X seharga Rp 150.000.000 dalam 24 bulan ke depan, ingin membeli apartemen senilai Rp 400.000.000 dalam 4 tahun ke depan, dan sebagainya.

  • Lihat Berbagai Pilihan Investasi

Ada begitu banyak pilihan investasi yang tersedia saat ini, tak hanya untuk investor berpengalaman tapi juga para pemula. Modal awal yang dibutuhkan juga tak harus selalu besar, ada juga investasi dengan mobil kecil. Investasi juga bisa secara offline dan online. 

Pilihlah jenis investasi yang tepat berdasarkan faktor-faktor seperti tujuan, usia, selera risiko, dan jumlah investasi. Jenis investasi yang berbeda akan membantu untuk mencapai tujuan yang berbeda pula. 

Misalnya, dana ekuitas cocok untuk tujuan jangka panjang seperti perencanaan pensiun dan pendidikan anak. Tapi jika lebih tertarik dengan pendapatan yang relatif stabil dan menghindari resiko, reksa dana bisa menjadi pilihan.

Baca Juga : Ingin Memulai Investasi? Ketahui Dulu Perbedaan Reksadana dan Saham

  • Pantau Secara Teratur

Rencana keuangan tidak berakhir begitu saja setelah menentukan investasi, tapi juga harus dipantau secara teratur bagaimana kinerja dananya. Jika jenis investasi yang dipilih tidak berhasil misal atau tiba-tiba kehilangan pekerjaan, maka rencana mungkin perlu diganti dengan yang lebih baik.  

Rencana tersebut juga perlu diperbarui seiring bertambahnya usia, dan mungkin juga dengan tujuan atau impian yang berkembang. Misalnya, prioritas keuangan mungkin berubah setelah kelahiran anak.

Hampir setiap orang sepertinya memiliki beberapa tujuan keuangan yang ingin dicapai di masa depan. Agar bisa mencapainya pada titik yang tepat dalam hidup, buatlah perencanaan keuangan sedini mungkin. Menurut sejumlah ahli, awal usia 20 tahun adalah waktu terbaik untuk membuatnya.

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Perencanaan Usaha: Komponen, Manfaat dan Cara Membuat Perencanaan Usaha

Related Posts