Home Bisnis Rasio Likuiditas: Pengertian, Jenis, Contoh & Cara Menghitungnya!
rasio likuiditas

Rasio Likuiditas: Pengertian, Jenis, Contoh & Cara Menghitungnya!

by Titis NP

Rasio likuiditas merupakan salah satu rasio keuangan yang digunakan oleh bank dan investor untuk menilai kapabilitas atau kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban utang jangka pendek. Semakin tinggi likuiditas, maka semakin kecil pula risiko berinvestasi di perusahaan tersebut.

Apabila sebuah perusahaan dapat memenuhi kewajibannya, artinya perusahaan tersebut likuid. Sebaliknya, jika perusahaan tidak mampu menyelesaikan kewajibannya, berarti perusahaan tersebut ilikuid. Mengukur likuiditas perusahaan dilakukan dengan membandingkan aktiva dengan pasiva.

Pengertian Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar. Likuiditas bisa dijadikan sebagai media informasi untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan manajemen. Pasalnya, rasio liquiditas berperan sebagai indikator bagi kinerja dan kondisi keuangan perusahaan.

Hal ini sejalan dengan pendapat Home & Wachowicz (2009) yang menyebutkan, bahwa rasio likuiditas mengacu pada pengukuran kemampuan aset lancar sebuah perusahaan untuk memenuhi kewajiban utang jangka pendek.

Hal serupa juga dikemukakan oleh Brigham & Houston (2013) yang mengatakan bahwa, likuiditas adalah rasio keuangan yang difungsikan mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang ketika telah tiba jatuh tempo.

Jenis Jenis

Rasio keuangan likuiditas dibagi menjadi beberapa macam. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa jenis rasio likuiditas yang paling umum digunakan oleh berbagai kalangan:

1. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Quick ratio atau yang juga dikenal dengan sebutan acid test ratio umumnya digunakan untuk mengetahui likuiditas sebuah perusahaan dalam waktu singkat. Proses yang dilakukan adalah membandingkan kewajiban utang jangka pendek dan aktiva lancar.

Baca Juga  5 Aplikasi Investasi Online Modal Kecil

Sherman (2015) menyebutkan, bahwa pembayaran utang dilakukan menggunakan aktiva atau aset lancar paling likuid. Dengan kata lain, aset yang bisa dengan mudah dikonversi menjadi uang kas dalam jangka kurang dari 1 tahun, seperti uang tunai, piutang, dan investasi likuid.

Saat merumuskan quick ratio, beberapa komponen yang dihitung meliputi, utang jangka pendek, kewajiban pajak, utang dagang, utang  yang bersumber dari kartu kredit, dan sebagainya,

Rumus menghitung rasio cepat:

Rasio Cepat = Uang tunai + aset + piutang : kewajiban lancar

2. Rasio Lancar (Current Ratio)

Current ratio merupakan cara paling sederhana untuk mengetahui kapabilitas perusahaan dalam memenuhi tanggung jawab utang jangka pendek. Fabozzi & Drake (2009) berpendapat, bahwa rasio lancar menjadi indikasi kemampuan aset lancar perusahaan dalam membayar utang jangka pendek.

Rumus menghitung rasio lancar dilakukan dengan cara membagi antara aset lancar dengan utang jangka pendek yang dimiliki perusahaan. Panduan penerapan rumus ada di bawah ini.

Rumus menghitung rasio cepat:

Rasio Lancar = Aktiva lancar : kewajiban lancar

3. Rasio Kas (Cash Ratio)

Cash ratio adalah rasio yang menggambarkan situasi kas dan juga setara kas perusahaan dalam menutupi utang jangka pendek atau kewajiban lancar. Cara penggunaannya adalah dengan membandingkan arus kas dengan jumlah tagihan yang harus dibayarkan.

Rasio kas memiliki peran sangat penting karena dapat mendeteksi tanda bahaya yang berpotensi mengancam perusahaan. Bahkan, rendahnya perputaran arus kas bisa menjadi faktor utama penyebab gagalnya bisnis atau usaha dalam skala menengah ke bawah.

Apabila rasio kas sebuah perusahaan jumlahnya kurang dari angka satu, maka hal tersebut sama saja dengan minus. Dengan kata lain, menjadi indikasi jika perusahaan tidak lagi mampu untuk membayar hal-hal yang menjadi kewajibannya. Dalam hal ini, mengacu pada utang jangka pendek.

Baca Juga  3 Cara Jual Emas Tanpa Surat (Mudah dan Menguntungkan!)

Rumus menghitung rasio kas

Rasio Kas = Laba bersih + penurunan nilai : total pinjaman

4. Rasio Cakupan Bunga (Times Earned Ratio)

Jenis rasio likuiditas cakupan bunga dapat diketahui dengan cara membandingkan income atau pendapatan bisnis yang tersedia melalui beban bunga pada masa mendatang.

Dalam beberapa kasus, rasio cakupan bunga juga digunakan untuk solvabilitas atau mengidentifikasi ketersediaan anggaran jangka panjang bunga yang sifatnya berkelanjutan.

Rumus rasio cakupan bunga:

Laba sebelum pajak & beban bunga : bunga

5. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Istilah ini mengacu pada persentase sisa income perusahaan setelah dikurangi biaya produksi, pajak, dan bunga. Tidak sedikit investor menilai sebuah perusahaan berdasarkan rasio margin laba bersih.

Karena margin laba bersih bisa menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanajemen pengeluaran serta mengonversi sisa income menjadi keuntungan.

Rumus rasio margin laba bersih:

Rasio Margin Laba Bersih = Pendapatan total – pengeluaran total : pendapatan total

6. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

Jenis rasio perputaran persediaan dapat menunjukkan jumlah barang inventaris atau persediaan dikonversikan menjadi penjualan dalam jangka waktu tertentu. Umumnya, investor menilai likuiditas perusahaan dari rasio ini sebab inventaris adalah satu dari beberapa aset yang dimiliki perusahaan.

  • Day Sales Outstanding (DSO)

Dalam bisnis, DSO mewakili angka rata-rata yang diperlukan penjualan kredit untuk dikonversi menjadi uang kas atau kemampuan perusahaan mengumpulkan piutang setelah penjualan.

Rasio ini biasanya digunakan mengukur jangka waktu perusahaan dalam menerima pembayaran. Apabila perhitungan DSO rendah, maka bisa diartikan bahwa perusahaan memerlukan waktu singkat untuk menerima pembayaran. Jadi, semua kewajiban perusahaan dapat dipenuhi.

Cara menghitung rasio likuiditas DSO adalah menggunakan rumus berikut ini:

Rata-rata piutang : pendapatan per hari

 

Contoh Rasio Likuiditas dalam Bisnis

Rasio keuangan likuiditas pada perusahaan dapat dihitung menghitung menggunakan rumus yang telah tertera pada masing-masing jenis rasio. Namun, jika masih bingung karena belum ada contoh real-nya. Dibawah ini adalah contoh soal rasio likuiditas yang dapat dijadikan sebagai panduan.

Baca Juga  6 Jenis Asuransi Kesehatan dan Manfaat Memilikinya

Contoh 1

Perusahaan Maju Mundur memiliki aktiva lancar sebesar Rp50.000.000, inventaris Rp5.000.000, serta kewajiban lancar Rp19.000.000. Lalu, berapa rasio cepatnya?

Untuk menyelesaikan soal tersebut, maka bisa menggunakan rumus rasio cepat atau current ratio, yaitu: Aktiva Lancar – Persediaan : Hutang Lancar.

Jawaban:

Rp50.000.000 – Rp5.000.000 : Rp19.000.000 = 4,9

Berdasarkan hasil penghitungan rasio cepat, dapat disimpulkan bahwa kondisi likuiditas perusahaan Maju Mundur sedang baik. Sebab angka rasio melebihi 1,0 menjadi indikasi jika sebuah perusahaan dapat memenuhi kewajibannya dengan baik.

Contoh 2

P&G menerima bahan baku dari supplier dengan kesepakatan akan dibayar penuh setelah P&G menyelesaikan pesanan klien.

Karena periode kebijakan anggaran (fiskal) akan berakhir dan perusahaan telah selesai mengerjakan pesanan dari tiga klien, P&G harus memastikan jika memiliki cukup dana untuk mengembalikan pinjaman (pasiva lancar) dari supplier.

P&G sadar bahwa perusahaan tidak punya pendapatan cukup untuk membayar pinjaman dari supplier. Jadi, memutuskan melakukan likuidasi terhadap beberapa aset yang bisa diubah jadi kas.

Untuk mengukur kemampuan membayar utang jangka pendek, P&G menghitungnya menggunakan rasio cepat, dan hasilnya diketahui bahwa P&G memiliki aset Rp65.000.000 kewajiban lancar. Untuk memasukkan aset dan kewajiban lancar perusahaan, maka digunakan persamaan rasio, yaitu:

  • Kas + surat berharga + piutang
  • Rp10.000.000 + Rp100.000.000 + Rp50.000.000
  • Rp160.000.000 : Rp65.000.000

Diketahui, bahwa P&G memiliki cukup aset yang bisa dikonversi menjadi uang tunai. Sehingga kewajiban pada supplier bisa dipenuhi.

Dalam bisnis, rasio likuiditas menjadi parameter bagi berbagai pihak bersangkutan untuk mengetahui kesehatan keuangan perusahaan. Rasio keuangan likuiditas dapat diketahui dengan penghitungan manual menggunakan rumus maupun software terbaik untuk mempercepat pekerjaan.

Related Posts