Home Perencanaan Keuangan Apa Itu Refinancing: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya
apa itu refinancing adalah

Apa Itu Refinancing: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

by Titis NP

Refinancing adalah sebuah istilah yang sangat berkaitan dengan dunia keuangan. Umumnya, istilah ini perlu diketahui oleh para pelaku usaha maupun orang-orang yang bergelut di dunia bisnis lainnya. Refinancing yaitu cara pelunasan yang menggunakan bunga lebih rendah.

Oleh karena itu, umumnya pengajuan refinancing ini akan sangat membantu para nasabah yang mengajukannya. Ketika seseorang mengajukan permintaan refinancing, maka mereka bisa melunasi hutang secara lebih ringan karena tingkat bunga yang harus dibayarkan tergolong lebih rendah.

Pengertian Apa Itu Refinancing?

Pengertian dari refinancing adalah sebuah cara pelunasan ataupun pembayaran pinjaman yang dilakukan melalui pengajuan pinjaman baru dengan menggunakan sistem bunga yang lebih rendah. Pengertian ini merupakan arti sebenarnya dari istilah refinancing dalam dunia fintech atau keuangan.

Manfaat Refinancing

Sementara itu, pada dasarnya sejak adanya kemudahan ini, sudah ada banyak nasabah yang merasa terbantu karena akhirnya mereka bisa melunasi utangnya dengan keringanan yang lebih terjamin. Jadi, bisa disimpulkan bahwa manfaat refinancing adalah:

1. Memudahkan Nasabah dalam Mendapatkan Dana Segar

Ketika seseorang mengajukan refinancing, mereka akan mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan dana segar. Maksud dana segar di sini adalah pinjaman yang bisa didapatkan dengan cara yang lebih mudah dan praktis.

Sebab refinancing akan membuat nasabah tidak membutuhkan material berharga lainnya, yang nantinya akan digunakan untuk jaminan pada saat mengajukan pinjaman baru. Tentu dengan adanya manfaat yang sangat menguntungkan ini, membuat keuangan nasabah akan lebih terjaga.

2. Proses Pencairan Dana Dilakukan Secara Lebih Cepat

Fitur refinancing biasanya akan dipilih oleh seseorang yang benar-benar sedang membutuhkan dana darurat untuk bisnisnya maupun kebutuhan pribadinya. Sebab fitur yang menarik ini menawarkan proses pencairan dana yang lebih cepat sehingga nasabah tidak perlu menunggu terlalu lama.

Baca Juga  12+ Rekomendasi Aplikasi Pengatur Keuangan Supaya Pengelolaan Keuangan Terkendali

Alasan mengapa proses pencairan dana ini bisa dilakukan secara lebih cepat karena pihak pemberi pinjaman sudah mengetahui catatan kredit dari nasabah yang mengajukannya. Dengan begitu, mereka bisa langsung mempercayai nasabah tersebut.

Selain itu, surat berharga yang dijadikan sebagai jaminan pinjaman juga masih ada di tangan pihak pemberi pinjaman. Hal ini tentu akan mempermudah dan mempercepat proses persetujuan pinjaman dana yang dibutuhkan.

3. Menurunkan Bunga Pinjaman

Manfaat lain dari refinancing adalah dapat menurunkan bunga pinjaman sehingga tingkatnya akan lebih rendah. Maka dari itu, sistem refinancing sampai saat ini semakin populer di kalangan nasabah Indonesia.

Ketika seseorang memilih menggunakan fitur keuangan yang menarik ini, mereka bisa menurunkan berbagai macam biaya yang harus dikeluarkan. Dengan begitu, mereka bisa lebih menghemat dana yang dimilikinya karena bunga yang harus dibayarkan memiliki tingkat yang lebih rendah.

Namun, perlu diketahui bahwa sebenarnya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bunga pinjaman yang lebih rendah ini. Persyaratan ini sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dipenuhi karena yang perlu dipenuhi hanyalah skor kredit yang baik dan konsisten.

Untuk mencapai dan memenuhi persyaratan tersebut, seseorang tidak boleh memiliki riwayat pembayaran yang telat atau jelek. Dengan begitu, mereka bisa memanfaatkan fitur refinancing dengan baik.

4. Mengubah Jangka Waktu Pinjaman

Di dalam sistem refinancing, peraturan yang berlaku adalah nasabah bisa melakukan sistem ini dengan waktu yang lebih pendek. Jadi, seorang nasabah tidak perlu khawatir ketika ingin mengubah jangka waktu pinjaman yang diambilnya.

Baca Juga  Cara Pensiun Kaya Dengan Uang Miliaran Di Tangan

Sementara itu, umumnya seorang nasabah akan berpikir untuk memperpanjang jangka waktu pembayaran guna memperkecil angsuran yang harus dibayarkan. Kendati demikian, sebenarnya aktivitas seperti ini akan berpotensi pada biaya bunga yang lebih banyak.

Maka dari itu, tidak mengherankan jika semakin banyak nasabah yang merasa terbantu dengan adanya sistem refinancing seperti ini. Pasalnya, konsekuensi yang paling besar dalam sistem ini hanyalah cicilan yang lebih tinggi namun suku bunga tergolong rendah.

5. Konsolidasi Utang

Manfaat refinancing yaitu sebagai konsolidasi utang yang tepat. Konsolidasi utang adalah sebuah upaya yang mengkombinasikan beberapa pinjaman tanpa jaminan atau agunan dan nantinya akan menjadi satu jenis pinjaman meski dengan nilai pinjaman yang lebih besar.

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang, sejak pertama sistem refinancing muncul, sudah ada banyak nasabah yang menggunakan sistem ini. Tujuannya untuk mempermudah dalam membayar pinjaman yang sudah diajukannya.

Sementara itu, ketika seorang nasabah memiliki banyak pinjaman, maka keputusannya untuk menggabungkan semua pinjaman tersebut menjadi satu jenis bisa dibilang merupakan keputusan yang tepat.

Maka dari itu, bisa dikatakan manfaat paling utama dari refinancing adalah untuk memudahkan para nasabah dari kalangan manapun untuk membayarkan tagihan pinjamannya yang sudah hendak jatuh tempo. Dengan begitu, keringanan dalam pembayaran ini bisa didapatkan dengan mudah.

Contoh Refinancing

Contoh dari refinancing termasuk cukup beragam dan semua ini akan disesuaikan dengan kebijakan pihak peminjam dana masing-masing. Kendati demikian, dengan memahami beberapa contoh refinancing yang ada, seorang nasabah akan bisa lebih mengenal tentang sistem menarik ini.

Berikut adalah contoh-contoh dari sistem refinancing yang merupakan sebuah cara mudah dalam membayarkan atau melunasi cicilan pinjaman yang hendak jatuh tempo, antara lainnya adalah:

Baca Juga  Dana Darurat Ternyata Penting Loh

A. Contoh Pertama

Refinancing adalah sebuah istilah yang sangat berkaitan dengan dunia keuangan dan pinjaman dana sehingga untuk contoh-contohnya sendiri tentu juga akan sangat berkaitan dengan kedua hal tersebut. Berikut adalah contoh refinancing yang pertama, yaitu:

Seorang nasabah meminjam dana sebesar Rp400.000.000 dari sebuah bank yang bernama Bank Abu Nawas. Dana ini akan digunakan untuk membeli sebuah rumah. Sementara itu, pinjaman ini akan dilunasi selama kurun waktu 15 tahun dengan bunga tetap 21% p.a.

Setelah melakukan pembayaran tepat 2 tahun, nasabah tersebut melihat tingkat bunga pinjaman di pasar telah turun menjadi 15% p.a. 

Hal ini membuat beliau memutuskan untuk melunasi pinjamannya itu dengan bunga yang masih berada di persentase 21% p.a dan mengajukan pinjaman baru dengan bunga 15% p.a.

B. Contoh Kedua

Untuk contoh yang kedua ini akan berkaitan dengan dunia pembelian mobil baru. Simak dengan baik contoh refinancing yang kedua ini adalah:

Seorang individu tertentu sedang mencicil mobil yang dibeli dalam kondisi baru dan cicilan per bulannya adalah Rp5.000.000. Cicilan ini baru saja berjalan sebanyak 10 kali dan jumlah cicilan yang berhasil terbayar itu adalah Rp50.000.000.

Sementara itu, di waktu tertentu pihak pemberi pinjaman menawarkan refinancing hingga Rp100.000.000. Alasannya adalah karena pihak pemberi pinjaman tersebut melihat catatan kredit dari orang itu sangatlah baik.

Dengan demikian, seseorang itu bisa mengambil pinjaman Rp100.000.000. Nantinya, dari dana tersebut akan dipotong sebanyak Rp50.000.000 untuk melunasi pinjaman atau cicilan yang sebelumnya.

 

Dengan melihat penjelasan dan contoh di atas, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya refinancing adalah sebuah jalan alternatif bagi beberapa orang yang sedang kesulitan untuk mencari dana dalam pembayaran pinjamannya. Dengan begitu, sistem ini akan mampu membantu banyak orang.

Related Posts