Home Perencanaan Keuangan Tips Mengelola Keuangan Milenial, Tetap Eksis Tanpa Tekor
tips mengelola keuangan milenial

Tips Mengelola Keuangan Milenial, Tetap Eksis Tanpa Tekor

by Titis NP

Keuangan memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari-hari sehingga membicarakan persoalan ini seolah tidak ada habisnya. Tips mengelola keuangan milenial pun menjadi topik yang sering dibicarakan, karena setiap anak muda tentu menginginkan rencana hidup sukses di masa depan.

Untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan tersebut, pastinya dibutuhkan pengelolaan uang yang baik dan terencana. Sebab itulah dalam artikel ini akan dibahas panjang lebar mengenai apa pentingnya mengelola keuangan dan bagaimana tipsnya.

Mengapa Perlu Mengelola Keuangan?

Sangat penting untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan agar anak muda dapat mencapai tujuan finansial yang diharapkan. Dengan adanya pengelolaan keuangan, maka tujuan-tujuan tersebut dapat tercapai secara efisien dan efektif.

Apabila setiap ada pemasukan namun hanya digunakan untuk keperluan sehari-hari, besar kemungkinan di masa depan seseorang tersebut akan mengalami kondisi keuangan yang memburuk. Jika demikian maka rencana untuk bisa sejahtera dan sukses di masa depan akan menjadi mimpi yang terkubur.

banner gadau bpkb gadai kendaraan

Tips mengelola keuangan milenial perlu untuk dilakukan sebab setiap orang tentu tidak mengetahui apa yang mungkin terjadi di masa depan. Barangkali saat ini mungkin masih memiliki penghasilan setiap bulannya, tetapi hal tersebut tidak ada yang bisa menjamin akan selamanya didapatkan.

Ada begitu banyak kondisi darurat yang dapat memaksa seseorang mengeluarkan uang tabungan, baik itu PHK, kecelakaan, sakit atau lain sebagainya. Nah, dengan pengelolaan keuangan yang baik maka kita dapat berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari keadaan darurat tersebut.

Baca Juga : Tips Membuat Perencanaan Keuangan yang Efektif

Langkah-Langkah Dasar dalam Pengelolaan Keuangan

Setelah mengerti terkait apa pentingnya mengelola keuangan, maka kita pun perlu untuk tahu langkah dasar apa saja dalam mengelolanya. Sebenarnya dalam pengelolaan keuangan tidaklah rumit selama hal tersebut dijalani sesuai dengan tahapan-tahapannya.

Baca Juga  Dana Darurat Ternyata Penting Loh

Selain itu, perlu juga pembiasaan terhadap diri sendiri agar selalu teratur, rutin, serta konsisten. Di bawah ini akan disebutkan langkah-langkah dasar apa saja yang harus diperhatikan bagi kaum milenial agar uang dapat terkelola dengan baik:

1. Pahami Kondisi Keuangan

Langkah dasar pertama adalah memahami bagaimana kondisi keuangan yang dimiliki. Jika telah berkeluarga, tentu saja kondisi keuangan tersebut benar-benar perlu untuk diperhatikan.

Cobalah untuk mendata seluruh aset dan kekayaan yang dimiliki, baik itu perhiasan, uang tunai, emas atau harta yang berharga lain.

Akan tetapi perlu diperhatikan, bahwasanya tidak seluruh barang yang terdapat di rumah dapat dimasukkan sebagai aset, hanya barang yang mempunyai nilai dan potensi jual yang tinggi di masa mendatang saja.

Berikutnya yang perlu dilakukan adalah mendata terkait hutang piutang yang dimiliki. Hutang ini mencakup cicilan baik itu rumah ataupun kendaraan. Dengan adanya data hutang, maka kita dapat  mengetahui secara persis berapa besaran harta yang dimiliki sebenarnya.

2. Mendata Segala Target Kebutuhan

Terkait tips mengelola keuangan milenial perlu untuk mendata target kebutuhan di masa depan ataupun di masa sekarang. Apabila memiliki hutang, tentu hal tersebut perlu dimasukkan ke dalam target kebutuhan keuangan.

Kemudian yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan, seberapa lama hutang tersebut dapat dilunasi. Misalnya dalam kurun waktu 1 tahun, 2 tahun, atau jika bisa cepat tentu hal tersebut lebih baik.

Target kebutuhan di masa depan juga mencakup tentang tabungan emergency. Tabungan emergency dapat digunakan jika sewaktu-waktu mengalami kondisi darurat yang tidak dapat diprediksi. Dengan adanya tabungan emergency, seseorang setidaknya dapat memenuhi kebutuhan rutin setiap hari.

3. Buatlah Skala Prioritas

Jika target kebutuhan sudah didata dengan sangat baik, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah  membuat skala prioritas. Cobalah untuk mengurutkan berbagai hal yang harus dipenuhi sesuai dengan aspek prioritasnya.

Tulislah hal-hal apa saja yang ingin dicapai dalam bentuk list, kemudian urutkan sesuai dengan apa yang harus diutamakan. Terkait hal ini tentu seseorang harus bisa membedakan apa saja yang benar-benar dibutuhkan atau sekedar hanya hobi dan keinginan.

Baca Juga  Mengenal Frugal Living: Tips Hidup Hemat yang Bisa Diterapkan

Tentu bukan hal yang dilarang untuk memenuhi apa yang diinginkan, akan tetapi jangan sampai keinginan tersebut menyepelekan hal-hal yang lebih urgent. Kita ambil contoh misalnya, data kebutuhan telah disusun ke dalam list:

  1. Membeli motor baru
  2. Membeli tas baru
  3. Cicilan rumah
  4. Pendidikan untuk anak

Maka jika diurutkan sesuai dengan prioritasnya, tentu saja cicilan rumah dan pendidikan untuk anak adalah hal yang harus diutamakan. Daripada sekedar memenuhi keinginan membeli motor baru atau tas baru tentu ini tidak menjadi hal yang urgent.

Baca Juga : 5 Perbedaan Kartu Debit dan Kredit Secara Umum yang Perlu Diketahui!

Tips Mengelola Keuangan Milenial yang Terencana

Kaum milenial tentu dihadapkan dengan gaya hidup serta godaan untuk selalu berperilaku konsumtif. Faktor tersebutlah yang mengharuskan generasi milenial perlu mengelola keuangan dengan baik. Karena itu cobalah untuk belajar seputar keuangan yang lebih mendalam di aturpundi.com.

Mengelola keuangan tentu membutuhkan rencana yang harus disusun dengan sangat baik. Tetapi tidak perlu khawatir, bagi generasi milenial dapat menyimak tips menabung serta mengatur keuangan dengan terencana berikut ini:

1. Menyisihkan 10% dari Penghasilan

Dilihat dari sisi jumlahnya 10% tentu hal yang sedikit, tetapi jika dilakukan dengan konsisten seseorang dapat mencapai target keuangan di masa depan dengan baik. Hal yang perlu dilakukan adalah konsisten di setiap bulannya.

Kita ambil contoh misalnya, seseorang memiliki gaji dengan besaran Rp 4.000.000.  Gaji tersebut tentu sedikit lebih dari standar UMR di kota besar seperti Jakarta, sehingga tentu tidak kesulitan untuk menyisihkan 10% dari penghasilan.

10% dari 4 juta tersebut adalah Rp 400.000. Nah, uang Rp 400.000 ini yang wajib disisihkan setiap bulan dan usahakanlah untuk selalu konsisten.

2. Membuat Berbagai List Pengeluaran

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membuat list pengeluaran karena ini dapat membantu seseorang untuk mengelola uang di tiap bulannya. Tanpa adanya list pengeluaran, seseorang bisa saja dengan tidak sadar menghabiskan seluruh penghasilan yang didapatkannya.

Baca Juga  Penting, Begini Rumus Cara Menghitung Bunga Pinjaman Bank

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Perencanaan Usaha: Komponen, Manfaat dan Cara Membuat Perencanaan Usaha

3. Sebisa Mungkin untuk Tidak Menggunakan Kartu Kredit

Kartu kredit dapat memanjakan seseorang untuk berbelanja sehingga lupa jika anda perlu membayar hal-hal tersebut. Kartu kredit akan membuat seseorang terbiasa berperilaku konsumtif serta berhutang.

Bahkan barangkali bisa saja kebutuhan-kebutuhan urgent akan tersepelekan karena di akhir bulan pemilik kartu kredit perlu untuk melunasi berbagai tagihan. Karena itu cobalah untuk memikirkan ulang jika ingin memiliki kartu kredit. Sebaiknya untuk tidak memiliki hal tersebut sama sekali.

4. Mencari Penghasilan Tambahan

Selain gaji bulanan yang didapat dari bekerja sebagai karyawan ataupun pegawai, ada baiknya untuk mencari penghasilan tambahan. Hal ini tentu dapat mempercepat tujuan keuangan di masa depan.

Terlebih jika gaji yang didapat setiap bulan belum dapat disisihkan untuk menabung atau hanya sekedar mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dengan begini, maka perlu untuk mencari usaha sampingan, misalnya menjadi freelancer atau berdagang.

Baca Juga : Ini Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan Mudah dan Menguntungkan

5. Berani untuk Memulai Investasi

Berinvestasi tidak harus menunggu punya uang banyak, investasi dapat dimulai dengan modal yang kecil. Investasi yang sederhana namun menjanjikan adalah berinvestasi dengan instrumen emas atau juga bisa membeli investasi waralaba, baik itu terkait pakaian atau makanan.

Investasi tidak harus membeli saham di perusahaan-perusahaan besar, bahkan membeli paket usaha waralaba bisa menjadi investasi menjanjikan di masa depan. Cobalah untuk Googling investasi waralaba apa saja yang menjanjikan di masa depan.

Baca Juga : 5 Investasi Online yang Cocok untuk Pemula

Beberapa tips mengelola keuangan milenial telah disebutkan di atas dan menjadi hal yang perlu diperhatikan agar seseorang dapat mencapai target keuangan.

Sebagai kaum milenial tentu masa depan menjadi hal yang perlu untuk diperhatikan dan diprioritaskan. Karena itulah sedari sekarang perlu untuk belajar bagaimana mengelola uang.

Related Posts