Home Perencanaan Keuangan 8 Tips Mengelola THR Secara Efektif dan Efisien
tips mengelola thr

8 Tips Mengelola THR Secara Efektif dan Efisien

by Titis NP

Selain bersilaturahmi bersama keluarga, hal yang paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat ketika menjelang hari raya Idul Fitri adalah THR atau Tunjangan Hari Raya. Lalu, bagaimana tips mengelola THR yang tepat agar tidak cepat habis dan bisa terpakai secara efektif?

Beberapa orang mungkin akan terlena ketika menerima uang THR dan cenderung menghambur-hamburkannya. Padahal, uang THR akan lebih bermanfaat jika digunakan secara bijak. Untuk mengetahui tips mengelola uang THR yang efektif dan efisien, mari simak ulasan berikut ini.

Tips Mengelola THR yang Efektif dan Efisien

Di masa pandemi seperti saat ini, pengelolaan uang yang tepat sangat perlu dilakukan agar uang dapat terpakai dengan efektif. Tak terkecuali dengan uang THR yang harus dipakai secara bijak agar tidak menyesal di kemudian hari. Berikut ini beberapa tips penting mengelola uang THR:

1. Buat Daftar Catatan Keuangan

Tips pertama yang bisa dilakukan dalam mengelola uang THR adalah dengan membuat dan menyusun daftar catatan keuangan. Pastikan untuk memisahkan antara uang THR dengan gaji bulanan agar tidak tercampur.

Setelah itu, mulailah untuk menentukan tujuan penggunaan uang THR tersebut. Alokasikan sebagian uang THR untuk investasi atau dana darurat. Susun prioritas barang ke dalam 3 kategori, yaitu barang penting mendesak, barang penting tapi tidak mendesak, dan barang tidak penting.

Setelah daftar catatan keuangan selesai dibuat, Anda bisa menganalisis kembali daftar catatan keuangan tersebut. Usahakan untuk selalu mengutamakan barang-barang prioritas terlebih dahulu.

Selain membuat daftar belanja, Anda juga bisa membuat catatan pengeluaran uang THR untuk melihat bagian mana yang kira-kira berlebihan atau overspending.

Baca Juga  7 Asuransi Pendidikan Anak Terbaik di Indonesia (Lengkap!)

2. Alokasikan Untuk Bersedekah dan Zakat

Bulan Ramadhan dan Idul Fitri memang menjadi momen terbaik untuk beramal, salah satunya adalah dengan memberikan zakat. Sebagai umat Islam, membayar zakat memang menjadi suatu hal yang wajib dilakukan terutama bagi mereka yang memiliki ekonomi mampu.

Tips mengelola THR selanjutnya adalah dengan mengalokasikan 10% dari uang THR untuk bersedekah, memberi infaq, dan membayar zakat. Bagi umat Islam, ada 2 macam zakat yang harus dibayar antara lain zakat fitrah dan zakat profesi.

Berdasarkan aturan yang dibuat oleh Baznas atau Badan Amil Zakat Nasional, setiap umat Islam yang mampu wajib membayar zakat profesi sebesar 2,5% dan zakat fitrah sebanyak 3,5 liter beras atau uang yang setara dengan harga beras tersebut.

Tidak hanya menjaga gaji bulanan tetap utuh, memanfaatkan uang tunjangan hari raya untuk bersedekah juga bisa menjadi ladang berkah dan pahala bagi umat Islam yang merayakannya.   

3. Gunakan Untuk Membayar Utang atau Cicilan

Saat mendapatkan uang THR, tidak sedikit orang yang menghambur-hamburkan uang THR untuk hal-hal yang tidak perlu. Daripada uang THR terbuang sia-sia, Anda sebaiknya menggunakannya untuk membayar utang atau cicilan.

Gunakanlah 10% dari uang THR yang diperoleh untuk melunasi hutang dan cicilan. Meski tidak bisa digunakan untuk melunasi utang sekaligus, tips mengelola uang THR ini wajib diterapkan untuk meringankan beban keuangan di masa mendatang.

4. Beli Kebutuhan Hari Raya Secukupnya

Sesuai dengan namanya, THR atau tunjangan hari raya memang untuk kebutuhan menyambut hari raya Idul Fitri. Pengeluaran untuk biaya konsumsi selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri juga biasanya akan lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Pengeluaran menjelang hari raya meliputi dana THR untuk ART (Asisten Rumah Tangga), biaya membeli pakaian dan makanan lebaran, hadiah atau parsel untuk orang tua atau kerabat, dan biaya transportasi mudik.

Baca Juga  7+ Cara Mengelola Gaji 3 Juta Supaya Kondisi Finansial Aman

Karena selama masa pandemi ini ada larangan untuk mudik, maka tips mengelola THR selanjutnya adalah dengan mengalokasikan biaya mudik untuk kebutuhan lainnya seperti membeli beras untuk zakat, kue lebaran, sirup, dan kebutuhan konsumsi lainnya saat hari raya.

5. Kendalikan Nafsu

Tidak sedikit orang yang memilih untuk menghambur-hamburkan uang THR karena merasa uang tersebut seperti ‘durian runtuh’ alias rezeki nomplok yang didapatkan secara cuma-cuma. Padahal, uang THR ini bisa dialokasikan untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Banyak orang yang menghabiskan sebagian uang THR-nya untuk kesenangan pribadi seperti membeli pakaian baru, makan di restoran mahal, menonton bioskop, dan lain sebagainya. Hal ini memang tidak salah karena membahagiakan diri sendiri juga diperlukan.

Namun, Anda sebaiknya tidak terlena dengan kesenangan sesaat. Mulailah untuk membawa uang secukupnya ketika berbelanja agar tidak lapar mata. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah menahan nafsu untuk tidak boros dan menghabiskan uang THR saat itu juga.

Apalagi di hari-hari mendekati Hari Raya Idul Fitri biasanya akan banyak toko dan swalayan yang menawarkan barang-barang diskon dan promo menarik. Kendalikan nafsu Anda untuk tidak terpancing dengan promosi dan diskon yang ditawarkan karena akan berujung pada pemborosan.

6. Batasi Self-Reward

Beberapa orang sering menggunakan alasan ‘self-reward’ padahal hanya berujung pada pemborosan semata. Self-reward memang tidak ada salahnya karena hal tersebut bisa membantu meningkatkan mood dan memberi penghargaan untuk diri sendiri.

Namun, pastikan terlebih dahulu apakah kebutuhan pokok sudah tercukupi atau belum. Jika semua kebutuhan pokok sudah terpenuhi, maka Anda bisa menggunakan sisa dari uang THR tersebut untuk memanjakan diri atau refreshing seperti membeli voucher game, shopping, atau jalan-jalan.

Baca Juga  10 Rekomendasi Bank Tabungan Pendidikan Anak Terbaik

7. Sisihkan Untuk Dana Darurat

Tips mengelola THR selanjutnya yang wajib untuk dilakukan adalah dengan menyisihkan sebagian uang THR untuk dana darurat. Sebagai manusia, tentunya tidak ada yang tahu dengan kejadian di masa mendatang, bukan?  

Maka dari itu, sangat penting untuk menyisihkan sebagian uang THR yang dimiliki untuk dana darurat. 

Dana darurat ini nantinya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, mengalami musibah, atau peristiwa insidental yang tidak bisa diprediksi sebelumnya.

Tidak hanya itu saja, uang THR untuk dana darurat ini juga bisa digunakan untuk keperluan hari raya seperti kue lebaran, baju lebaran, parcel untuk kerabat, dan lain sebagainya.

8. Sisihkan Untuk Investasi

Tips mengelola THR selanjutnya yaitu menyisihkan sebagian uang THR untuk diinvestasikan. Cukup dengan mengalokasikan sekitar 10-20% dari uang THR untuk diinvestasikan ke dalam bentuk tabungan, deposito, reksadana pasar uang, emas, tabungan emas, atau saham.

Salah satu investasi yang cukup banyak diminati masyarakat adalah reksa dana pasar uang. Reksadana jenis ini investasinya 100% dilakukan di Efek Pasar Uang seperti surat utang jangka pendek atau deposito dengan waktu jatuh tempo kurang dari setahun.

Tujuan dari investasi ini adalah untuk menjaga penempatan dana jangka pendek dan likuiditas. Berapapun besarnya uang THR yang didapatkan, sangat penting untuk melakukan pengelolaan yang tepat dan bijak.

Hindari penggunaan uang THR untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif. Pastikan juga bahwa investasi yang dilakukan benar-benar aman dan terpercaya untuk meminimalisir terjadinya kerugian di kemudian hari.

Tips mengelola THR di atas bisa Anda terapkan agar penggunaannya lebih efektif dan efisien. Bagi Anda yang membutuhkan pinjaman dana dengan proses pengajuan yang cepat, aman, dan syarat yang mudah, gadaikendaraan.com adalah pilihan terbaik. 

Related Posts